Seorang Remaja di Batu Bara Laporkan Dugaan Penganiayaan ke Polisi
Seorang perempuan bernama Gebi Cantika Mutiara Sinaga, 18 tahun, warga Desa Kuala Gunung, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, menjadi korban penganiayaan di Desa Petatal, Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Kamis (15/1/2026).
Akibat penganiayaan tersebut, Gebi mengalami luka-luka dan terpaksa menjalani perawatan di klinik.
Tidak terima menjadi korban penganiayaan, Gebi akhirnya membuat laporan polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Batu Bara pada Jumat (16/1/2026).
Gebi mengatakan, penganiayaan yang diduga dilakukan oleh terlapor Hartati Nainggolan dan seorang pria itu berawal saat dirinya mendatangi Lamro Sinaga yang merupakan bapaknya di Dusun 2 Desa Petatal.
Masih menurut Gebi, kedatangannya bertujuan untuk mengingatkan bapaknya agar tidak pergi minum tuak ke Lima Puluh. Namun, Lamro tidak mengindahkan permintaannya dan menyuruh Gebi segera pulang ke rumah.
Baca juga : Pelaku Penganiayaan Sopir Truk di SPBU Berhasil Ditangkap Tim Gabungan Polres Belawan–Polsek Labuhan
Kesal tidak digubris, Gebi kemudian mendatangi minimarket di SPBU Petatal. Di lokasi tersebut, Gebi menelepon adik perempuan bapaknya dan mengabarkan bahwa permintaannya agar Lamro tidak minum tuak tidak diindahkan.
Tak lama berselang, Hartati datang bersama seorang pria yang merupakan orang tua Hartati dengan tujuan menemui Lamro Sinaga.
Gebi lalu menanyakan kepada Hartati maksud kedatangannya menemui bapaknya. Namun, Hartati merasa tidak senang dan langsung marah-marah kepada Gebi.
Sembari marah, Hartati mendorong Gebi hingga terjatuh. Setelah terjatuh, Hartati menendang kaki, perut, serta bagian kepala Gebi yang sedang tergeletak.
Saat hendak bangkit, Gebi kembali dilempar sandal oleh orang tua Hartati. Setelah itu, Hartati melempar tubuh Gebi dengan batu. Orang tua Hartati kemudian menjambak rambut dan memukul badan Gebi.
Baca juga : Kasus Penganiayaan di Sideak Memanas, Dua Pihak Saling Lapor hingga Polisi Gelar Reka Ulang
Tidak tahan dikeroyok dua orang, Gebi berteriak sehingga mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian melerai kejadian tersebut.
Akibat peristiwa itu, Gebi mengalami luka pada tangan kanan dan tangan kiri, luka gores pada kepala dan dahi, pipi kiri memar, serta mengeluhkan rasa sakit di kepala dan perut.
Gebi kemudian dibawa ke Klinik Seradi di Desa Petatal untuk mendapatkan perawatan medis.
Keesokan harinya, Gebi membuat laporan polisi di SPKT Polres Batu Bara.
Kanit Resum/PPA Polres Batu Bara, Ipda Ade Sundoko Masry, membenarkan adanya pengaduan dugaan penganiayaan terhadap korban Gebi.






