Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Waspada! BPOM Temukan 4 Bahan Berbahaya di Takjil Ramadan

Waspada! BPOM Temukan 4 Bahan Berbahaya di Takjil Ramadan

Masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam memilih takjil Ramadan. Pasalnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) masih menemukan jajanan yang mengandung bahan berbahaya saat melakukan inspeksi di berbagai pasar takjil di Indonesia.

BPOM Temukan Bahan Berbahaya dalam Takjil Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa bahan-bahan berbahaya ini ditemukan melalui inspeksi mendadak (sidak) dengan dua metode, yaitu random sampling atau pembelian acak, serta metode intelijen yang dilakukan tanpa seragam resmi.

“Paling banyak ditemukan ada yang mengandung boraks, formalin, rhodamin B, dan methanyl yellow,” ujar Ikrar saat melakukan sidak di Pasar Takjil Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (11/3/2025).

Baca Juga : Jenis Penyakit Kulit yang Ditanggung BPJS Kesehatan, Cek Daftarnya!

Peningkatan Temuan Takjil Berbahaya

BPOM telah melakukan sidak sejak 24 Februari 2025. Hingga minggu kedua Ramadan, jumlah temuan jajanan yang mengandung bahan berbahaya mengalami peningkatan di beberapa daerah.

“Kami sudah menemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya, tetapi belum diumumkan. Ada di beberapa tempat, termasuk di Jakarta. Saat ini, kami mencatat peningkatan temuan di berbagai wilayah,” jelas Ikrar.

BPOM akan terus melakukan sidak selama Ramadan untuk memastikan keamanan pangan masyarakat. Hasil lengkap dari inspeksi ini rencananya akan diumumkan pada 21 Maret 2025.

Ciri-Ciri Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

Makanan yang mengandung bahan berbahaya sulit dikenali secara kasat mata. Namun, BPOM memberikan beberapa tips bagi masyarakat untuk mendeteksi sendiri sebelum membeli:

  • Formalin: Biasanya ditemukan pada mie basah, tahu, ikan segar, dan daging ayam segar. Ciri-cirinya adalah tidak lengket, tidak mudah hancur, tampak lebih mengkilap, dan tidak dihinggapi lalat.
  • Boraks: Umumnya ditemukan pada cilok, bakso, lontong, dan kerupuk rambak. Makanan yang mengandung boraks memiliki tekstur kenyal, tidak lengket, dan tidak gampang putus.
  • Rhodamin B & Methanyl Yellow: Pewarna tekstil ini sering ditemukan pada makanan dengan warna mencolok. Rhodamin B memberikan warna merah mencolok, sementara methanyl yellow memberikan warna kuning mencolok. Biasanya, makanan dengan kandungan bahan ini memiliki titik-titik warna yang tidak merata.

BPOM Langsung Menyita Makanan Berbahaya

BPOM memastikan bahwa makanan yang mengandung bahan berbahaya akan langsung disita setelah dilakukan pengujian laboratorium di tempat.

Siap Untuk Tampil Lebih Percaya Diri? Kunjungi Website Kami dan Temukan Layanan Salon Terbaik!

“Kami memiliki laboratorium berjalan untuk menguji sampel satu per satu. Jika terbukti mengandung bahan berbahaya, kami langsung menyita dagangan tersebut dan meminta penjual untuk tidak menjualnya kembali,” ungkap Ikrar.

Menyadari bahwa banyak pedagang merupakan pelaku UMKM kecil, BPOM juga mengambil langkah persuasif dengan memborong dagangan yang terbukti berbahaya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penjual mengalami kerugian sekaligus memastikan makanan berbahaya tidak beredar di hari berikutnya.

Dengan meningkatnya temuan bahan berbahaya dalam takjil Ramadan, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih jajanan berbuka puasa. Pastikan membeli dari pedagang yang terpercaya dan selalu perhatikan ciri-ciri makanan yang aman dikonsumsi.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan