Jelang Ramadan, Warga Siumbut-umbut Kisaran Lestarikan Tradisi Punggahan
Ratusan warga di Kelurahan Siumbut-umbut, Lingkungan III, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan menggelar tradisi punggahan dengan saling bertukar hidangan sebagai bentuk kebersamaan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Senin (16/2/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Nur Arif, Jalan Semanggi, usai salat Isya tersebut menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat. Beralaskan tikar, jemaah dari berbagai kalangan mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak duduk bersama menikmati suasana kekeluargaan.
Dalam tradisi ini, warga membawa hidangan dari rumah masing-masing yang kemudian dikumpulkan menjadi satu. Selanjutnya, panitia membagikan kembali makanan tersebut secara acak kepada para jemaah yang hadir.
Sistem pembagian acak ini menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan, karena tidak ada yang mengetahui siapa akan mendapatkan hidangan siapa. Warga pun menikmati rezeki bersama tanpa memandang latar belakang.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nur Arif, Suyanto, mengatakan tradisi punggahan bukan sekadar makan bersama, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
“Insya Allah kegiatan ini sudah bertahun-tahun kita laksanakan. Diharapkan acara ini mampu menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah menjelang Ramadan,” ujarnya.
Baca juga : Jelang Ramadhan 2026, DKPP Binjai Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Tekan Harga Sembako
Menurutnya, punggahan juga menjadi momentum untuk saling memaafkan dan membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan terus dijaga agar tidak tergerus zaman.
Selain makan bersama, kegiatan yang digagas kelompok perwiritan bapak-bapak Masjid Nur Arif ini juga dirangkai dengan pengumpulan infak. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk bantuan sembako kepada warga sekitar yang dinilai membutuhkan.
Warga Lingkungan III Siumbut-umbut menyambut Ramadan tahun ini dengan penuh suka cita. Suasana hangat terlihat dari tawa anak-anak, obrolan antarjemaah, serta aroma masakan rumahan yang menghadirkan nuansa kebersamaan.
Tradisi punggahan di Masjid Nur Arif dinilai menjadi cermin kuatnya nilai gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Diharapkan, kebiasaan baik ini terus bertahan dan menjadi warisan bagi generasi berikutnya.
Berdasarkan ketetapan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, awal puasa Ramadan 1447 Hijriah ditetapkan pada 18 Februari 2026 melalui maklumat resmi Fatwa Pimpinan Pusat Muhammadiyah No.01/MLM/1.1/B/2025 yang menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal.
Sementara itu, pemerintah memprediksi awal Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, dengan keputusan resmi menunggu hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama.






