Wali Kota Hadiri Peringatan Isra Mikraj, Tekankan Etika dan Budaya kepada Guru
Wali Kota Tebing Tinggi H Iman Irdian Saragih memberikan pesan untuk menjaga etika, adab, dan budaya kepada para guru serta tamu undangan yang hadir pada acara Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dan Kegiatan Sunat Massal yang diikuti 76 orang anak, Jumat (6/2/2026) di Gedung Islamic Center, Kompleks Masjid Agung, Jalan K.L. Yos Sudarso.
“Tolong beri saran dan kritik. Yang tidak boleh itu menghujat dan mencaci maki, itu salah. Apa yang harus dijaga? Etika, adab, dan budaya, di mana kita bisa saling menghormati, menjaga antara satu dan lainnya, menjadi refleksi diri kita dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, serta menjadi motivasi bagi kita semua,” ujar Iman.
Lebih lanjut, Iman berharap kepada para guru agar menjalankan tugas masing-masing sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Mari sama-sama kita bekerja dan berjuang untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kota Tebing Tinggi. Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tebing Tinggi, Muhammad Deni Saragih, dalam sambutannya mengatakan momentum peringatan Isra Mikraj ini menjadi sarana untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Baca juga : Isra Mikraj Sebagai Momentum Meningkatkan Iman dan Takwa Umat Islam
“Semoga Ramadhan yang akan kita hadapi nanti menjadi Ramadhan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan,” katanya.
Selain itu, dalam laporan yang disampaikan Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi, Rahmadsyah Putra, disebutkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, pertama meneladani nilai-nilai spiritual dan akhlak Nabi Muhammad SAW melalui peringatan Isra Mikraj.
Kedua, meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta ukhuwah Islamiyah di lingkungan pendidikan dan masyarakat. Ketiga, memberikan pelayanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, melalui kegiatan sunat massal. Keempat, menumbuhkan rasa empati, kebersamaan, dan kepedulian sosial insan pendidikan.
“Bentuk kegiatan yang dilaksanakan meliputi peringatan Isra Mikraj, pelaksanaan sunat massal pada hari Sabtu (7/2/2026), serta penyerahan bingkisan kepada peserta sunat massal sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral,” ujar Rahmadsyah Putra yang menjabat sebagai Kepala SMPN 9.
Untuk jumlah peserta sunat massal sebanyak 76 orang anak. Adapun tema kegiatan, “Isra Mikraj sebagai Inspirasi Guru dalam Membentuk Generasi Cerdas dan Berakhlak,” tuturnya mengakhiri.






