Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Truk Bermuatan 30 Ton Terperosok di Binjai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Truk Bermuatan 30 Ton Terperosok di Binjai, Warga Pertanyakan Kualitas Proyek

Sebuah truk Fuso dengan nomor polisi BL 8646 DY yang mengangkut 30 ton cangkang sawit dari Aceh, terperosok ke sisi jalan di Jalan MT Haryono, Kelurahan Damai, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sabtu (11/6/2025) siang.

Insiden itu terjadi di jalan yang baru saja selesai diaspal setelah menjadi lokasi proyek galian pipa.

Pantauan di lokasi menunjukkan para pekerja sibuk memindahkan muatan ke truk lain, sementara arus lalu lintas terganggu akibat insiden tersebut dan menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi.

Menurut Heri, salah seorang warga setempat, kejadian ini disebabkan kesalahan sopir truk yang nekat melintasi jalan yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan bertonase besar.

“Truk dengan tonase sebanyak itu seharusnya tidak bisa lewat jalan ini. Nggak tau juga lah kita kenapa bisa lewat sini sampai jalan yang baru diaspal ini amblas dibuatnya,” ujarnya.

Heri juga menyoroti kualitas pengaspalan jalan yang dipertanyakan karena dinilai tidak kuat menahan beban berat.

“Jadi kami minta supaya diperbaiki dan dibutuhkan sebetul-betulnya,” ujarnya.

Rendi, sopir truk Fuso tersebut, mengaku awalnya mereka datang dari Aceh untuk mengantarkan cangkang sawit ke salah satu perusahaan PKS di daerah Kwala Begumit, Kabupaten Langkat.

Mereka berangkat bermodalkan alamat melalui aplikasi penunjuk arah jalan.

“Kami belum pernah kesini bang, makanya kami nggak tau kalau jalan ini tidak bisa dilewati. Kenapa kami bisa sampai lewat jalan ini karena kami diarahkan melalui aplikasi dari hape,” ucapnya.

Ia menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang terjadi akibat insiden tersebut.

Baca juga : Banjir Besar di Afrika Selatan, 49 Orang Tewas-Empat Pelajar Hilang

Jalan yang amblas diketahui merupakan bagian dari proyek bekas galian pipa milik Sistem Penyediaan Air Olahan (SPAO) PT Kawasan Industri Medan (KIM), dengan total panjang proyek mencapai 40 kilometer.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Nindya Karya selaku kontraktor, yang sebelumnya telah melakukan perbaikan dan pengaspalan ulang jalan pasca pengerjaan pipa.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kerusakan jalan tersebut. Sementara itu, warga berharap agar pemerintah dan kontraktor pelaksana segera memberikan penjelasan dan melakukan perbaikan menyeluruh. Kejadian ini menjadi peringatan penting akan perlunya pengawasan ketat terhadap kualitas pembangunan infrastruktur demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan