Tragis! Wanita Asal Padangsidimpuan Ditemukan Meninggal di Kafe Tapteng
Seorang wanita berinisial FAL 42 tahun, warga Jalan Damar Raya, Padangsidimpuan, ditemukan meninggal dunia di sebuah kafe di Kelurahan Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Dibaca Juga : Kios Pupuk di Lima Puluh Pesisir Diduga Edarkan Pestisida Ilegal, Polisi Bertindak
Kapolres Tapteng, AKBP Muhammad Alan Haikel, menyampaikan dari keterangan beberapa saksi kepada polisi, wanita yang diketahui baru saja merantau beberapa hari lalu ke wilayah Tapteng itu meninggal setelah sebelumnya sempat tidak sadarkan diri.
“FAL baru saja tiba di lokasi tersebut beberapa hari sebelumnya dengan harapan mendapatkan pekerjaan. Namun, takdir berkata lain, korban ditemukan tidak sadarkan diri di area belakang kafe sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ujar AKBP Muhammad Alan, Senin (30/3/2026).
Menurut Kapolres, awalnya pemilik kafe bernama Jamres Hutauruk melaporkan kejadian ini ke Polsek Sorkam, dan personel langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Selanjutnya, petugas kepolisian yang ada di lapangan langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Tapteng dan pihak medis dari Puskesmas Sorkam Barat untuk melakukan identifikasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.
“Setelah melakukan pemeriksaan dan visum luar bersama tenaga medis, hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Selain itu, dari olah TKP, polisi juga menemukan barang pribadi korban seperti ponsel, kartu identitas, dan sisa minuman korban sebelum meninggal.
“Terdapat juga bekas muntahan di belakang kafe yang menjadi petunjuk penting terkait kondisi fisik korban sebelum mengembuskan napas terakhir,” ucapnya.
Muhammad Alan menjelaskan, dari keterangan pihak keluarga kepada petugas, FAL diketahui memiliki riwayat kesehatan yang kurang baik selama ini.
Keterangan itu disampaikan langsung oleh ibu kandung korban, Imahari Siregar, bahwa putrinya sudah sekitar 10 tahun menderita sakit asam lambung (lambung akut) dan sesak napas.
“Kondisi fisik korban diduga semakin melemah karena beban pikiran akibat permasalahan rumah tangga serta informasi bahwa korban baru saja mengalami keguguran sebelum berangkat menuju Sorkam pada 24 Maret lalu untuk mencari kerja,” katanya.
Kapolres menambahkan, pihak keluarga juga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Setelah melihat kondisi jenazah secara langsung dan memastikan tidak ada kejanggalan, keluarga korban menandatangani pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.
Dibaca Juga : Warga Sergai Keluhkan Asap Batok Arang, Pemkab Didesak Bertindak
“Karena keterbatasan biaya ambulans dari pihak keluarga, kami turut membantu proses koordinasi kepulangan jenazah. Kini, jenazah FAL telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Padangsidimpuan untuk dimakamkan secara layak,” tutupnya.






