Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Tragis di Operasi Ketupat Toba 2026: Satu Nyawa Melayang dalam Laka Lantas di Dairi

Tragis di Operasi Ketupat Toba 2026: Satu Nyawa Melayang dalam Laka Lantas di Dairi

Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, mengakibatkan satu orang meninggal dunia tercatat selama dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026.

Dibaca Juga : Tanpa Kehadiran JPU Kejari Karo, Rutan Tanjung Gusta Medan Keluarkan Amsal Sitepu

Berikut pernyataan Dinas Perhubungan Dairi dan Polres Dairi ketika dikonfirmasi (31/3/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Dairi, Untung Roy Boy Nahampun menjelaskan, laporan anggotanya yang bertugas dilapangan, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba terhitung sejak 13-25 Maret 2026, terdapat lima kejadian kasus laka lantas yang menyebabkan satu orang meninggal dunia, lima orang luka berat dan tiga orang luka ringan serta kerugian mencapai Rp3.800.000.

Sementara, Kanit Gakkum Satlantas Polres Dairi, Aipda Analisa Sinuraya, menyebutkan catatan data laka lantas selama Operasi Ketupat Toba 2026, terdapat empat kejadian menyebabkan satu orang meninggal dunia, empat orang luka berat dan empat orang luka ringan.

Untung Roy Boy menjelaskan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba, pendirian Pos Pengamanan dan Pelayanan ada tiga titik didirikan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Dairi yakni Posko di Simpang Salak, Posko di Simpang Tiga Sitinjo, Posko di Simpang Silahisabungan Lae Pondom.

Hasil yang dicapai dengan sinergi keamanan terpadu, dan posko menjadi pusat koordinasi gabungan antara Polri, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, TNI dan instansi terkait lainnya untuk merespons situasi di lapangan secara cepat.

Fasilitas istirahat bagi pemudik

Posko menyediakan tempat istirahat yang efektif untuk mengurangi kelelahan pengemudi, yang merupakan salah satu faktor risiko kecelakaan tertinggi.

Posko telah memantau dan mengelola lalu lintas di jalur-jalur utama, baik dari arah keluar maupun menuju wilayah Kab. Dairi, sehingga arus perjalanan terpantau aman dan terkendali.

Adanya posko pelayanan kesehatan di jalur mudik memberikan layanan cepat bagi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan pertolongan pertama.

Kunjungan kepala daerah ke posko memberikan semangat kepada petugas yang berjaga, sehingga pelayanan tetap maksimal.

Secara umum, arus mudik dan balik di wilayah Kabupaten Dairi berjalan aman, tertib, dan lancar meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan pada puncak mudik (H-2) dan balik (H+3).

Fasilitas posko seperti tempat istirahat, layanan kesehatan, dan informasi rute telah dimanfaatkan secara optimal oleh pemudik untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan.

Dibaca Juga : BKN Sudah Buka Suara, Wali Kota Wesly Silalahi Diuji Tegas Soal Sanksi Sekda Pematangsiantar

“Sinergi antar instansi seperti Polri, Dishub, TNI, Polisi Militer, Tenaga Kesehatan, BPBD, PUTR, Satpol PP maupun organisasi kemasyarakatan berjalan solid dalam menangani kendala di lapangan, termasuk penanganan cepat pada insiden kecelakaan,” ucapnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan