Tragedi di Pantai Labu: Dua Siswa SD Tenggelam di Rawa-Rawa, Satu Nyawa Melayang
Peristiwa malang dialami Tiara, 8 tahun, siswa Sekolah Dasar (SD) warga Dusun II Desa Denai Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Dia tewas usai tenggelam di kolam rawa-rawa setempat, Senin (12/1/2026).
Dibaca Juga : Dinas PMD Toba Ingatkan Desa Segera Evaluasi APB Desa 2025, Ini Poin Pentingnya
Sementara temannya, Widia, 6 tahun, berhasil diselamatkan dan saat ini menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pantai Labu.
Kepala Desa Denai Sarang Burung, Katimin, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui seorang anak bernama Fahrizi Ahmad, 10 tahun, warga Dusun II Desa Denai Sarang Burung, yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Anak tersebut melihat seperti rambut manusia di dalam kolam rawa-rawa, lalu langsung melapor ke kantor desa yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi,” ujar Katimin, Selasa (13/1/2026).
Mendapat laporan tersebut, Kepala Desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, dan Kepala Dusun langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, korban belum terlihat.
“Saat tiba di lokasi, kami tidak menemukan kedua bocah tersebut, hanya pakaian mereka yang berada di pinggir kolam. Kemudian perangkat desa masuk ke dalam kolam untuk melakukan pencarian, dan akhirnya kedua bocah berhasil ditemukan,” katanya.
Setelah dievakuasi, kedua korban segera dibawa ke Puskesmas Pantai Labu menggunakan kendaraan roda dua untuk mendapatkan pertolongan medis. Meski sempat dilakukan penanganan, Tiara dinyatakan meninggal dunia dan kemudian dibawa ke rumah duka.Sementara Widia berhasil diselamatkan dan masih menjalani perawatan intensif.
Berdasarkan temuan di lokasi, pihak desa menduga kedua bocah tersebut sempat berenang di kolam rawa-rawa sebelum akhirnya tenggelam, mengingat pakaian korban ditemukan di pinggir kolam.
Dibaca Juga : Dinas PMD Toba Ingatkan Desa Segera Evaluasi APB Desa 2025, Ini Poin Pentingnya
Peristiwa ini menjadi perhatian pemerintah desa dan mengimbau orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di sekitar area rawa-rawa dan perairan terbuka yang berpotensi membahayakan.






