Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Tiga Jembatan Rusak Diterjang Banjir di Langkat Akhirnya Rampung Dibangun

Tiga Jembatan Rusak Diterjang Banjir di Langkat Akhirnya Rampung Dibangun

Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa memastikan hingga saat ini sudah tiga jembatan di Langkat selesai dibangun kembali, pasca terputus akibat banjir yang menerjang beberapa waktu lalu.

Dibaca Juga : Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Resmi Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI

Tiga jembatan tersebut terdiri dari dua jembatan Aramco di Kecamatan Hinai dan Sawit Seberang, serta satu jembatan bailey di Desa Besilam Lembasa, Kecamatan Padang Tualang, yang baru saja diresmikan, Senin (26/1/2026) pagi.

Hendy menjelaskan, pembangunan jembatan dilakukan dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama, TNI AD telah membangun enam jembatan baru, termasuk jembatan gantung di wilayah Deli Serdang.

“Selanjutnya, tahap kedua mencakup 19 titik lokasi yang tersebar di Nias, Tapanuli, serta Kabupaten Langkat,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam waktu dekat pihaknya juga akan kembali melanjutkan pembangunan jembatan bailey di sejumlah daerah. Dimana, material jembatan bailey dijadwalkan akan tiba di Pelabuhan Belawan paling lambat pekan depan.

“Kalau tidak ada keterlambatan, mudah-mudahan bisa cepat dikerjakan dan cepat selesai sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Sementara pada tahap ketiga, TNI AD juga akan membangun 22 jembatan baru di luar jembatan Aramco dan jembatan gantung. Nantinya, seluruh titik tersebut telah melalui proses survei dan pemetaan oleh Babinsa di kabupaten dan kota se-Sumatera Utara.

“Pembangunan ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas jalur transportasi baik yang terdampak bencana maupun yang bukan karena bencana,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Besilam Lembasa, Susilawati, mengapresiasi langkah TNI AD yang telah membangun kembali jembatan di wilayahnya.

Dibaca Juga : 4 Pernyataan Tegas Listyo Sigit Prabowo Menolak Wacana Polri di Bawah Kementerian

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua kecamatan dan menjadi pusat aktivitas warga. “Dengan jembatan ini, aktivitas masyarakat kembali normal dan kami merasa sangat terbantu,” katanya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan