Tembakau Deli Kembali Bersemi, PTPN I Regional 1 Hidupkan Komoditas Legendaris Sumut
PTPN I Regional 1 mencadangkan lahan seluas 500 hektare di wilayah Sumatera Utara untuk menghidupkan kembali industri tembakau legendaris asal Deli Serdang yang sempat berjaya di pasar internasional.
Manajer Tembakau PTPN I Regional 1, Henri Tua Hutabarat, menyampaikan bahwa tembakau Deli pernah dikenal luas hingga ke bursa lelang Bremer Tabakborse di Jerman pada era 1950-an.
“Kami sedang menyiapkan dan mencadangkan lahan seluas 500 hektare untuk mengembalikan reputasi tembakau Deli yang dulu sangat prestisius itu. Kami juga sedang membangun infrastruktur dan berbagai kebutuhan agar kejayaan tembakau Deli ini bangkit kembali. Kami investasi cukup besar di sektor hulu dan hilir,” ujarnya, Senin (20/10/2025).
Langkah strategis ini, sambung Henri Tua, telah melalui kajian menyeluruh dan mendapat dukungan dari PTPN III Holding selaku pemegang saham utama.
Selain fokus pada budidaya tembakau, investasi juga diarahkan untuk pembangunan pabrik dan gudang cerutu Deli dengan fasilitas modern.
Baca Juga : Dukung Pertanian Lokal, Kios Deli Serdang Sehat Serap Langsung Hasil Panen Petani
Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi serta kualitas produk dari hulu hingga hilir agar dapat memenuhi standar mutu internasional.
“Dengan fasilitas yang memadai, modern, dan memenuhi kaidah standar proses serta standar mutu produk, kami yakin dapat menghasilkan cerutu berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar internasional,” tambahnya.
Henri menjelaskan peluang ekspor produk tembakau Deli terbuka lebar, terutama ke Eropa, Skandinavia, Amerika, dan Asia.
Kajian internal menunjukkan permintaan dari calon pembeli besar di wilayah tersebut cukup menjanjikan, bahkan beberapa telah menyatakan komitmen pembelian.
“Kalau pasar, dominan ke pasar ekspor. Calon pembeli di beberapa negara Eropa, kawasan Skandinavia, Amerika, dan Asia lainnya menyatakan komitmennya. Maka, kami sangat optimistis dengan investasi baru ini, segera bisa memenuhi permintaan buyer yang antusias menyambut produk kami,” jelas Henri.
Harga jual daun tembakau Deli dengan perlakuan khusus bisa mencapai 80,20 euro per kilogram atau sekitar Rp1,5 juta, sementara biaya produksinya hanya berkisar antara Rp700.000–Rp800.000 per kilogram.
Produksi tembakau per hektare ditaksir sebesar 700 kilogram, dan dapat ditingkatkan hingga dua kali lipat dengan penggunaan varietas unggul serta teknik pertanian modern.
Henri menegaskan pihaknya berkomitmen mengembalikan kejayaan tembakau Deli sebagai komoditas unggulan ekspor nasional.
Komitmen itu diwujudkan melalui alokasi lahan strategis dan investasi besar untuk mendukung seluruh rantai produksi, termasuk pembangunan infrastruktur penunjangnya.
“Kami bertekad menjadikan tembakau Deli kembali harum di kancah dunia,” tutup Henri.






