Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Tawuran Berdarah di Medan: Remaja Tewas, 7 Pelaku Ditangkap, Kapolres Belawan Diserang

Tawuran Berdarah di Medan: Remaja Tewas, 7 Pelaku Ditangkap, Kapolres Belawan Diserang

Tawuran pecah di Jalan Karya Bakti Gang Tawon, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, pada Jumat dini hari, 2 Mei 2025. Tawuran menyebabkan seorang remaja berinisial F (17), meninggal dunia akibat luka bacok.

Polisi yang berhasil meredam tawuran menangkap tujuh pelaku yang menyebabkan tewasnya korban.

Saat ini polisi masih memburu pelaku lainnya yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Petugas juga menyita lima bilah senjata tajam dari tangan para pelaku.

Aparat Polsek Medan Labuhan di bawah naungan Polres Pelabuhan Belawan bergerak cepat menangani kasus tawuran berdarah yang merenggut nyawa seorang remaja.

Hanya dalam waktu 1,5 jam setelah kejadian, tujuh orang pelaku berhasil diamankan petugas.

Baca Juga : Raffi Dikeroyok Hingga Babak Belur di Belawan, Diduga Orang Tak Dikenal Pelakunya

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat dini hari, 2 Mei 2025 sekitar pukul 02.00 WIB di Jalan Karya Bakti Gang Tawon, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.

Korban, seorang remaja berinisial F (17), meninggal dunia akibat luka bacok dalam aksi tawuran brutal tersebut.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek Medan Labuhan Kompol Tohap Sibuea, mengatakan bahwa pihaknya langsung merespons cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Begitu laporan masuk, personel langsung terjun ke lokasi. Dalam waktu 90 menit, tiga orang pelaku pertama berhasil kami tangkap. Dari pengembangan, empat lainnya kami amankan tak lama setelahnya,” ujar AKBP Oloan saat konferensi pers, Sabtu (3/5).

Ketujuh pelaku yang telah ditangkap masing-masing berinisial KS (17), DF (17), MJA (17), FA (15), RR (18), MH (20), dan KH (17).

Petugas juga menyita lima bilah senjata tajam dari tangan para pelaku, termasuk satu parang sisir yang digunakan KS untuk membacok korban.

“Peran para pelaku sudah kami petakan. Saat ini kami masih memburu pelaku lainnya yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Saya tegaskan, lebih baik menyerahkan diri secara baik-baik sebelum kami ambil tindakan tegas di lapangan,” tegas Kapolres.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih peduli terhadap pergaulan anak-anak mereka, guna mencegah terulangnya insiden serupa di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Oloan Siahaan, S.I.K., M.H., menjadi sasaran serangan brutal sekelompok pemuda bersenjata tajam saat melintas di Tol Belmera, Sabtu (3/5/2025) dini hari.

Kejadian bermula setelah Kapolres memimpin langsung apel pengamanan menyusul pecahnya tawuran antara kelompok pemuda Lorong Stasiun dan Lingkungan 13 Selebes di kawasan Jalan Stasiun Belawan, sekitar pukul 19.30 WIB.

Usai apel dan patroli, Kapolres bergerak pulang sekitar pukul 01.35 WIB.

Namun sekitar pukul 02.05 WIB, saat melintasi Tol Belmera, mobil dinas Kapolres dihadang oleh sekitar 10 pemuda yang secara ilegal berada di jalur tol sambil mengacungkan senjata tajam jenis celurit dan klewang.

Bukan hanya menghadang, kelompok ini secara membabi buta menyerang mobil dinas, melempar batu, petasan roket, dan mengejar kendaraan dinas polisi.

Pelaku penyerangan juga sempat mencoba mengayunkan kelewang ke arah Kapolres, beruntung berhasil dihindari dan hanya menyabet bagian mobil.

“Sudah diberikan peringatan. Tapi mereka tetap menyerang dengan brutal. Ini bukan lagi tawuran biasa, ini sudah masuk kategori penyerangan terhadap simbol negara,” tegas Kapolres.

Dalam kondisi membahayakan jiwa, Kapolres terpaksa melakukan tembakan peringatan.

Namun karena serangan tidak mereda, Kapolres melepaskan tembakan ke arah kaki salah satu pelaku sebagai bentuk pembelaan diri dan upaya menyelamatkan jiwa personel.

Usai keluar dari lokasi, Kapolres bersama Wakapolres langsung mengerahkan pasukan untuk penyisiran.

Hasilnya, 22 orang pelaku berhasil diamankan, 14 di antaranya positif narkoba jenis ganja.

Situasi kembali dikendalikan, dan para pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Dua pelaku yang diduga terkena peluru, masing-masing MS (15) dan B (15), telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.

Kapolres menegaskan, Polri tidak akan mundur selangkah pun terhadap pelaku kekerasan dan pengacau keamanan.

Wilayah hukum Pelabuhan Belawan adalah wilayah NKRI yang harus bersih dari premanisme, narkoba, dan aksi brutal kelompok tak bertanggung jawab.

“Saya tegaskan, siapapun yang mengancam keselamatan publik dan aparat, akan kami tindak tegas. Kami tidak akan mentolerir tindakan yang merongrong wibawa hukum dan negara,” pungkas Kapolres.

Sebagai langkah lanjutan, Kepolisian akan melakukan olah TKP, memperkuat pengamanan di Mako Polres dan Polsek jajaran, serta mengoordinasikan langkah penindakan lanjutan dengan tokoh masyarakat dan perkuatan Brimob.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan