Tak Mau Cari Musuh, Istri Sarji Pilih Damai meski Dianiaya Tetangga Usai Pabrik Tahunya Kebakaran
Nani Sumarni (50), istri Sarji (55), mengungkapkan alasannya memilih jalur damai, meski telah dianiaya tetangganya berinisial AC, karena pabrik tahunya di Jalan Dr Sahardjo, Manggarai, Jakarta Selatan, kebakaran. “Intinya di perantauan seujung kuku pun enggak mau mencari musuh.
Tapi, yang ada di mana kita tinggal, kita mencari persaudaraan,” ucap Nani saat diwawancarai di rumahnya, Rabu (5/2/2025). Selain itu, Nani juga memegang prinsip bahwa tetangga adalah saudara terdekatnya.
Bahkan, Nani mengaku, tetangganya tak ada satu pun yang berempati usai pabrik dan rumahnya terbakar. “Alhamdulillah istilahnya yang menyambangi saya bilang ‘turut berduka cita dengan musibah ini’ atau berempati itu enggak ada, tapi saya enggak mau mempermasalahkan,” tutur Nani.
Baca juga : Pencurian di Desa Aek Batu Berakhir dengan Penangkapan oleh Polsek Torgamba
Diberitakan sebelumnya, kebakaran pabrik tahu dan rumah tinggal terjadi di Jalan Dr Sahardjo, Gang Bakti 6, Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (2/2/2025 pukul 21.09 WIB.
Penyebab dari kebakaran ini adalah api di dalam tungku kayu yang digunakan habis menggoreng tahu belum sepenuhnya padam. Sebanyak 112 personel pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Setelah satu jam api berkobar, proses pendinginan dilakukan sekitar pukul 22.01 WIB. Proses pemadaman pun dinyatakan selesai sekitar pukul 23.27 WIB.
Setelah proses pemadaman selesai, istri dan anak Sarji dianiaya tetangga berinisial AC karena diduga dituding menjadi penyebab kebakaran. AC kesal karena rumahnya nyaris ikut terbakar saat peristiwa itu. Sarji sudah melaporkan penganiayaan ini ke Polsek Tebet, sebelum akhirnya memilih menyelsaikan kasus ini secara kekeluargaan.
Keputusan istri Sarji untuk memilih damai meskipun telah mengalami penganiayaan dari tetangganya menunjukkan sikap yang penuh kesabaran dan kedewasaan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang konflik, apalagi memperkeruh suasana setelah insiden kebakaran pabrik tahu yang sudah cukup menyulitkan banyak pihak.
Meskipun memiliki kesempatan untuk menempuh jalur hukum, ia lebih memilih untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Keputusan tersebut mendapat beragam respons dari masyarakat, dengan sebagian mendukung langkahnya demi menjaga hubungan baik di lingkungan sekitar.
Pihak kepolisian tetap mengimbau agar kasus serupa tidak terulang kembali, serta menegaskan pentingnya menyelesaikan konflik secara bijak tanpa kekerasan. Di sisi lain, warga sekitar berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih mengedepankan dialog dan penyelesaian damai dalam menghadapi perbedaan atau tekanan emosional.
Dengan langkah yang diambil oleh istri Sarji, harapannya situasi di lingkungan mereka kembali kondusif, dan seluruh pihak yang terdampak dapat fokus pada pemulihan pascakebakaran pabrik tahu.






