Tabrakan di Jalinsum Asahan, Toyota Rush Ringsek, Sopir Dilarikan ke RS
Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di wilayah Kabupaten Asahan. Sebuah mobil minibus Toyota Rush BK 1218 VAD terlibat tabrakan adu kambing dengan truk tronton tangki BK 8951 GZ.
Peristiwa itu terjadi di Jalinsum, tepatnya di kilometer 204–205 ruas Medan–Rantau Prapat, kawasan Desa Tunggul 45, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (19/2/2026). Akibat benturan keras antara kedua kendaraan, arus lalu lintas sempat tersendat.
Dikonfirmasi wartawan, Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Asahan, Ipda Julfren Situmorang, mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil Toyota Rush tersebut dikemudikan oleh Nur Sidik Widodo (21), warga Desa Perkebunan Aek Nagaga, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan. Saat kejadian, kendaraan melaju dari arah Rantau Prapat menuju Medan.
“Diduga, pengemudi Toyota Rush berusaha mendahului kendaraan lain yang berada di depannya. Namun pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk tronton tangki,” ujarnya.
Baca juga : Tragis di Balige: Dua Warga Desa Lumban Pea Tewas Ditabrak Mobil Travel
Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan adu kambing tak terhindarkan. Bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan frontal tersebut. Akibat kecelakaan di Jalinsum itu, pengemudi Toyota Rush, Nur Sidik Widodo, mengalami luka berat. Sementara itu, penumpang Toyota Rush bernama Rusti Aulia Tanjung (16), warga Desa Persatuan, Kecamatan Pulau Rakyat, dilaporkan hanya mengalami luka ringan.
“Supir mobil Rush yang mengalami luka parah dilarikan ke Klinik Harapan Kita, sedangkan penumpangnya seorang perempuan hanya mengalami luka ringan,” ucapnya.
Pasca kejadian, petugas Satlantas Polres Asahan langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, serta mengamankan kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Ruas Jalinsum Medan–Rantau Prapat memang dikenal sebagai jalur padat dengan volume kendaraan tinggi, terutama kendaraan besar seperti truk dan bus antarkota. Kondisi ini membuat potensi kecelakaan meningkat, terutama saat pengemudi mencoba mendahului tanpa memperhitungkan jarak dan kecepatan kendaraan dari arah berlawanan.
Kepolisian mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, khususnya saat melintas di jalur lurus panjang yang kerap menggoda pengemudi untuk menyalip kendaraan lain.






