Stok BBM dan LPG di Sumut Dipastikan Aman Menjelang Idulfitri 1447 H
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memberikan jaminan ketenangan bagi warga Medan dan sekitarnya terkait ketersediaan energi. Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pertamina memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dengan jalur distribusi yang berjalan normal.
Berdasarkan data operasional per 15 Maret 2026, ketahanan energi di wilayah Sumatera Utara diperkuat oleh stok yang tersedia di Fuel Terminal Medan Group.
Saat ini, total stok BBM yang tersimpan di terminal mencapai 56,5 juta liter. Jumlah tersebut terdiri dari dua kategori utama untuk memenuhi kebutuhan kendaraan pribadi maupun angkutan logistik, yakni produk gasoline (bensin) sekitar 33,5 juta liter dan produk gasoil (solar) sekitar 23 juta liter.
Ketahanan stok ini akan semakin diperkuat dengan rencana kedatangan kapal tanker MT Queen Majesty/Senipah pada 16 Maret 2026 yang membawa tambahan 31,8 juta liter Pertalite.
Tidak hanya bahan bakar kendaraan, Pertamina juga memprioritaskan ketersediaan gas untuk kebutuhan dapur masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.
Baca juga : DPRD Sumut Minta Keterbukaan Data Distribusi BBM dari Pertamina
Stok elpiji saat ini tersedia sekitar 7.200 metrik ton (MT) di Terminal LPG Pangkalan Susu. Jumlah tersebut dinyatakan sangat mencukupi untuk mendukung penyaluran ke seluruh pangkalan di wilayah Sumatera Utara.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa penguatan stok dilakukan di seluruh fuel terminal guna mengantisipasi lonjakan konsumsi.
“Kami melakukan pemantauan berkala dan memastikan penyaluran dari fuel terminal ke seluruh SPBU berjalan normal. Masyarakat tidak perlu khawatir, pasokan energi tersedia dan terus kami jaga,” kata Fahrougi, Minggu (15/3/2026).
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam mengonsumsi energi. Warga diminta melakukan pembelian BBM dan LPG sesuai kebutuhan harian serta tidak melakukan aksi borong (panic buying).
Pihak Pertamina menjamin pengiriman pasokan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan layanan energi tetap optimal hingga pasca-Lebaran. Jika masyarakat menemukan kendala layanan, Pertamina menyediakan layanan kontak di nomor 135.






