Seng Sudah Dibuka, Tapi Lapangan Farel Pasaribu Masih ‘Tertutup’ untuk Publik – Ada Apa?
Meski revitalisasi sudah selesai dilakukan, namun hingga kini Lapangan Farel Pasaribu Kota Pematangsiantar masih belum dapat digunakan. Seng penutup sekeliling yang dipasang sebelumnya juga telah dibongkar, digantikan pita barikade pertanda dilarang masuk.
Dibaca Juga : Lebaran 2025 di Siantar Sampah Menumpuk, Kesadaran Lingkungan Masih Minim
Amatan di lokasi, Senin (7/4/2025), terdapat spanduk bertuliskan ‘Lapangan Masih Dalam Tahap Pemeliharaan’ yang dipasang Dinas Pariwisata Kota Pematangsiantar. Rumputnya perlahan tumbuh memenuhi lapangan, meski tidak seluruhnya.
Sementara itu, sejumlah warga tampak berolahraga di sisi luar lapangan yang dibangun lintasan lari. Menurut pengakuan salah seorang warga, ia beraktivitas sejak seng dibongkar pada Maret 2025. “Sebelumnya kan gak bisa, karena ikut track ini ditutup,” kata pria paruh baya tersebut.
Seharusnya pencopotan seng dilakukan jauh lebih awal, sebab sejak proyek strategis daerah itu berlangsung, tidak ada lokasi olahraga untuk warga sekitar. Sementara jika di Lapangan Adam Malik, ia merasa kejauhan. “Tetap aja dibuat garis penghalang ke lapangan. Yang dijaga rumput nya biar gak rusak sejak diperbaiki, jalur lari ini kan tidak,” ujarnya.
Ia merasa hasil revitalisasi tidak terlalu signifikan dari sebelumnya, sebab dari pandangan mata tak jauh berbeda. Pun begitu, dia mengaku tidak mengetahui teknis pekerjaan yang dilakukan sebelumnya. “Kalau dari baca berita kan dibuat jalur serapan air nya, habis itu drainase pembuangan. Gak paham kalau sampai situ,” ucapnya.
Dibaca Juga : Libur Lebaran Picu Lonjakan Sampah di Taman Bunga Siantar Capai 12 Ton
Kadis Pariwisata, M Hammam Sholeh membenarkan jika lapangan tersebut masih tahap pemeliharaan. Jika sudah memungkinkan, ia menyebut akan membuka kembali agar dapat digunakan masyarakat.






