Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Semangka Langka di Lubuk Pakam, Agen Terpaksa Cari Pasokan hingga Pekanbaru

Semangka Langka di Lubuk Pakam, Agen Terpaksa Cari Pasokan hingga Pekanbaru

Buah semangka belakangan ini terpantau langka di pasaran Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Kelangkaan tersebut membuat sejumlah agen semangka terpaksa mencari pasokan hingga ke luar daerah, bahkan sampai ke Pekanbaru, Provinsi Riau.

Dibaca Juga : Proyek Revitalisasi SMPN 2 Tigalingga Rp2,3 Miliar Diduga Direkayasa, Pekerjaan Tak Kunjung Rampung

Salah seorang agen semangka, Hendro, warga Desa Paya Itik, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, mengungkapkan bahwa kelangkaan semangka disebabkan sebagian besar petani di wilayah tersebut masih menanam padi.

“Petani di sini masih fokus menanam padi. Setelah panen padi nanti, baru mereka menanam semangka. Memang sudah ada beberapa yang menanam semangka, tetapi belum banyak,” ujar Hendro saat dikonfirmasi di kediamannya yang juga menjadi gudang semangka di Desa Paya Itik, Kamis (22/1/2026) malam.

Menurut Hendro, kondisi tersebut bersifat sementara. Ia memperkirakan pasokan semangka akan kembali normal dalam waktu dekat. “Insyaallah dua minggu ke depan semangka sudah mudah didapat. Menjelang bulan puasa (Ramadan), dipastikan semangka akan melimpah,” katanya.

Selama masa kelangkaan, Hendro mengaku harus berupaya keras untuk tetap memenuhi permintaan pedagang buah langganannya di sejumlah daerah. “Semalam saya baru pulang dari Rantauprapat untuk mencari semangka. Bukan hanya ke Rantauprapat, tetapi sampai ke Pekanbaru supaya mendapatkan pasokan,” ungkap pemilik dua unit mobil pikap tersebut.

Namun demikian, sejumlah pedagang buah di Lubuk Pakam menilai kualitas semangka yang didatangkan dari Pekanbaru kurang memuaskan. “Semangka dari Pekanbaru kondisinya banyak yang busuk,” ujar Sup, salah seorang pedagang buah di Lubuk Pakam.

Dibaca Juga : Dinas Koperindag Toba Tegaskan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Jadi Wewenang TNI

Para pedagang berharap pasokan semangka dari petani lokal segera tersedia kembali agar kualitas buah yang dijual kepada konsumen tetap terjaga dan harga dapat kembali stabil.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan