Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Satu Rumah Warga di Langkat Ludes Terbakar akibat Korsleting Listrik

Satu Rumah Warga di Langkat Ludes Terbakar akibat Korsleting Listrik

Langkat – Sebuah rumah milik warga di Dusun II, Desa Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ludes terbakar akibat korsleting listrik pada Kamis (1/5/2025) dini hari. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu membuat penghuni rumah panik dan hanya mampu menyelamatkan diri tanpa sempat menyelamatkan harta benda.

Baca juga : Oplos BBM, Salah Satu SPBU di Banten Dihentikan Operasionalnya

Menurut keterangan warga sekitar, api pertama kali terlihat dari bagian atap rumah dan dengan cepat membesar karena material bangunan yang mudah terbakar. “Kami terbangun karena teriakan minta tolong, dan api sudah membesar dari bagian depan rumah,” ujar Rudi, salah satu tetangga korban.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar 30 menit kemudian langsung berusaha memadamkan api. Namun, api sudah melalap seluruh bangunan rumah hingga rata dengan tanah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kapolsek Sei Bingai, AKP Budi Santoso, membenarkan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik. Ia mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah kejadian serupa terulang.

Diduga akibat arus pendek listrik (korsleting), satu unit rumah warga di Desa Padang Tualang, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, ludes terbakar, Jumat (2/5/2025) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa kebakaran tersebut, karena rumah dalam keadaan kosong. Sebab, penghuni rumah Jami’ah, 63 tahun, dan cucunya sedang menginap di rumah anaknya yang berada di desa yang sama.

Kebakaran baru diketahui setelah api membesar dan telah melahap sebagian besar rumah. “Kami taunya api sudah membesar dan membakar rumah itu, rumah langsung ludes rata dengan tanah. Dugaan kami karena korsleting listrik,” kata Tuah, perangkat desa setempat.

Api cepat membesar karena sebagian rumah yang masih terbuat dari papan atau kayu. Tidak ada barang milih Jami’ah yang dapat diselamatkan. Seluruh barang miliknya ludes.

Warga sempat memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api baru bisa dipadamkan setelah melahap seluruh bangunan rumah. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan