Satgas MBG Tebing Tinggi Lakukan Monitoring SPPG Demi Jaga Gizi dan Kebersihan
Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi terus memperkuat komitmennya dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai upaya penjaminan mutu, tim satuan tugas (Satgas) program tersebut melakukan monitoring dan evaluasi ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Tebing Tinggi, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang terbagi dalam empat tim ini bertujuan memastikan setiap dapur penyedia makanan beroperasi sesuai standar yang ditetapkan pemerintah, baik dari sisi kandungan gizi, higienitas, maupun kelengkapan administrasi.
Dalam peninjauan Tim 1 di SPPG “Polda Sumut 10” yang berada di Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, tim melihat operasional dapur berjalan dengan baik meski baru beroperasi sekitar tiga minggu.
Saat ini pengelola masih melengkapi sejumlah dokumen administrasi, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta menyiapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar yang berlaku.
“SLHS saat ini sedang dalam proses seminar sertifikasi, sementara IPAL sedang disiapkan sesuai standar. Kondisi bangunan juga masih dalam tahap penyempurnaan, seperti pembangunan pagar di area belakang. Untuk sementara, SPPG memproduksi menu makanan kering karena menyesuaikan dengan pelaksanaan Ramadan,” ujar Reza, salah satu perwakilan Satgas.
Sementara itu, Tim 2, 3, dan 4 melakukan monitoring di wilayah Kecamatan Rambutan, Tebing Tinggi Kota, hingga Padang Hulu. Dalam kegiatan tersebut, tim juga memberikan pendampingan teknis terkait pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta pemasangan grease trap pada saluran drainase guna menjaga kelestarian lingkungan sekitar dapur.
Baca juga : Baru 25 Persen Dapur SPPG di Sumut Bersertifikat, Ratusan MBG Terdampak
Koordinator Wilayah MBG Kota Tebing Tinggi, Widya Pertiwi, menjelaskan seluruh menu yang didistribusikan telah diformulasikan oleh ahli gizi agar memenuhi kebutuhan nutrisi penerima manfaat.
“Menu yang disajikan mengandung karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan unsur gizi lainnya. Menunya juga dibuat bervariasi setiap hari. Saat ini karena bulan Ramadan, yang disajikan adalah menu kering. Setelah Ramadan, akan kembali ke menu basah,” katanya.
Ia menambahkan, setiap menu disusun oleh ahli gizi di masing-masing SPPG dengan perencanaan mingguan agar makanan yang diberikan tetap bervariasi dan memenuhi kebutuhan gizi.
Sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah, makanan juga harus melalui pengujian sampel atau uji organoleptik oleh ahli gizi, meliputi aroma, rasa, serta kualitas makanan secara keseluruhan.
“Setiap makanan yang akan dibagikan wajib diuji terlebih dahulu oleh ahli gizi. Pengambilan sampel dilakukan minimal dua kali sehari, menyesuaikan jadwal distribusi ke sekolah. Jika ada keluhan dari penerima manfaat, kami berharap segera dilaporkan ke pihak SPPG untuk dilakukan evaluasi,” ucapnya.
Program MBG di Tebing Tinggi menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga kelompok rentan seperti balita serta ibu hamil dan menyusui.
Distribusi makanan dilakukan secara bertahap, yakni sekitar pukul 07.00 WIB untuk siswa SD, pukul 09.30 WIB untuk siswa SMP dan SMA, serta siang hari untuk kelompok penerima manfaat lainnya.






