Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.245 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah bertengger di angka Rp16.245 per dolar AS Selasa (19/8/2025) sore. Mata uang Garuda turun 47 poin atau minus 0,29 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah di posisi Rp16.241 per dolar AS pada perdagangan sore ini.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Melemah di Angka Rp16.292 per Dolar AS
Pergerakan mata uang Asia mayoritas bervariasi hari ini. Yen Jepang naik 0,18 persen, dolar Singapura naik 0,17 persen, won Korea Selatan turun 0,11 persen, ringgit Malaysia turun 0,04 persen, dan baht Thailand turun 0,03 persen.
Sementara, mata uang negara maju mayoritas menguat. Euro Eropa naik 0,18 persen, poundsterling Inggris naik 0,12 persen, dolar Australia naik 0,08 persen, dan franc Swiss menguat 0,21 persen.
Baca juga : BI Turunkan Suku Bunga ke 5,25%, Respons Inflasi dan Stabilitas Rupiah
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah melemah di tengah sikap hati-hati investor mengantisipasi risalah FOMC dan simposium Jackson Hole, serta geopolitik seperti perundingan perang Ukraina.
“Namun melihat besarnya pelemahan rupiah, juga didorong oleh aksi ambil untung dari penguatan besar rupiah belakangan ini,” ujarnya.
Baca juga : Selat Hormuz Terancam Tutup Rupiah Tertekan, Ekonomi Indonesia Waspada
Ia memperkirakan rupiah besok bergerak di rentang Rp16.200-Rp16.300 per dolar AS.






