RSUD Sidikalang Ungkap Fakta: Biaya Perawatan Ratusan Siswa Keracunan MBG Belum Dibayar BGN
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang mengakui pihak Badan Gizi Nasional (BGN) belum membayarkan biaya perobatan ratusan siswa-siswi SMK Swasta HKBP dan SMK Arina yang terdampak keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada tanggal 9 dan 10 Februari 2026.
Dibaca Juga : Musala dan Kantin Sehat SDN 104240 Wonosari Mulai Dibangun, Dukung Lingkungan Sekolah Lebih Nyaman
Hal itu dibenarkan Kabid Pelayanan dan Menunjang Medik RSUD Sidikalang, dr Lestina Sianturi melalui telepon, Senin (30/3/2026).
“Sampai saat ini, BGN belum membayarkan tagihan biaya perobatan siswa-siswi terdampak keracunan MBG yang sebelumnya di rawat di RSUD Sidikalang. Tagihan sudah disampaikan berdasarkan jumlah pasien yang dirawat sebanyak 149 anak. Jumlah tagihan sebesar Rp256.854.020. Tujuan penagihan kepada Kepala BGN c.q. Kepala Biro Umum dan Keuangan,” kata Lestina.
Diakuinya, tagihan sebenarnya sudah diajukan akhir Februari 2026. “Namun tujuan surat disuruh ganti, RSUD kembali kirim tagihan 5 Maret 2026. Namun sampai hari ini belum ada dibayar,” ujar Lestina.
Hal senada juga diakui pihak RSU Serenapita melalui Smiaudina ketika lewat telepon. “Untuk total pasien sekitar 100 orang pak, tetapi untuk total tagihan, boleh ditanya langsung ke BGN. Atau untuk lebih detailnya tanya ke bapak Pahlawan Nasution selaku Kordinator BGN wilayah Dairi,” katanya singkat.
Sementara, Koordinator BGN Dairi, Pahlawan Nasution mengaku tagihan tersebut sedang diajukan ke BGN pusat. “Sudah diajukan ke pusat,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Faisal Hasrimy, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal, menyampaikan hasil pemeriksaan sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan ratusan siswa di Kabupaten Dairi.
Terkait hasil sampel MBG yang telah diperoleh, lanjut Hamid, ditemukan adanya cemaran mikrobiologi berdasarkan surat dari Laboratorium Kesehatan Daerah yang melakukan pemeriksaan.
Hamid menjelaskan, temuan mikrobiologi tersebut terdapat pada dua sampel MBG yang berasal dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Arina Sidikalang, yang menyebabkan ratusan siswa mengalami keracunan.
“Hasil laboratorium ini sudah kami sampaikan. Memang ada beberapa temuan dari menu MBG yang diuji dan detailnya juga telah kami serahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi,” ucapnya.
Dibaca Juga : PPPK Paruh Waktu di Disdik Deli Serdang Resah, SPMT Tak Kunjung Terbit
Sebelumnya juga diberitakan, kurang lebih mencapai sebanyak 271-280 siswa-siswi keracunan diduga karena MBG di Kabupaten Dairi kejadian tanggal 9-10 Februari 2026.






