RS Pemerintah Kini Saingi Kualitas Layanan Rumah Sakit Luar Negeri
Rumah sakit (RS) milik pemerintah kini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas layanan kesehatan, bahkan mampu menyaingi standar rumah sakit luar negeri. Hal ini terlihat dari berbagai fasilitas modern, tenaga medis profesional, serta pelayanan berbasis digital yang semakin dikembangkan di sejumlah RS vertikal dan daerah.
Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa transformasi layanan kesehatan terus dilakukan untuk mengurangi angka warga Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai RS pemerintah telah melakukan pembenahan besar-besaran, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana hingga pelatihan tenaga medis sesuai standar internasional.
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, dr. Azhar Jaya, mengatakan bahwa program transformasi ini bertujuan menjadikan RS pemerintah sebagai rujukan utama masyarakat, baik dari segi pelayanan maupun teknologi medis. “Kami ingin masyarakat merasa yakin dan percaya diri untuk berobat di dalam negeri, tanpa harus ke luar negeri,” ujarnya.
Sejumlah rumah sakit seperti RSUP Dr. Kariadi, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, hingga RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo kini telah membuka layanan unggulan dengan mutu dan kenyamanan setara internasional, menjadi bukti nyata kemajuan layanan kesehatan di tanah air.
Baca juga : Berantas Peredaran, Kapolres Dairi: Masyarakat Bisa Lakukan OTT Narkoba
Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati, S.Si, Apt, M.Kes, menegaskan bahwa kualitas layanan rumah sakit (RS) milik pemerintah saat ini tidak kalah dari RS di luar negeri, terutama dalam hal kompetensi dokter, fasilitas, dan teknologi medis.
“Dengan dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), layanan kita tidak kalah dengan luar negeri,” ujar Sri kepada Mistar, Senin (4/8/2025).
Sri menjelaskan jika saat ini RSU Haji telah memiliki total 103 dokter spesialis, yang terdiri atas 64 dokter spesialis umum, 36 sub spesialis, dan 3 dokter gigi spesialis. Selain itu, rumah sakit juga terus memperbarui teknologi dan layanan medis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Indonesia, khususnya Sumut, tidak tertinggal dari luar negeri dalam hal alat medis maupun layanan terbaru,” ujarnya.
Meski begitu, Sri mengakui masih banyak masyarakat Indonesia, terutama dari Sumut, yang memilih berobat ke luar negeri seperti Malaysia. Hal ini, menurutnya, karena beberapa faktor.
“Mereka merasa biaya pengobatan di sana lebih terjangkau, kualitas layanan lebih baik, teknologi lebih canggih, dan bisa sekaligus berlibur ini dikenal sebagai medical tourism,” tuturnya.
Sri berharap masyarakat Sumut mulai mempercayakan pelayanan kesehatan kepada rumah sakit milik pemerintah, khususnya RSU Haji Medan.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan pelayanan dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Mari manfaatkan fasilitas yang sudah tersedia di dalam negeri,” katanya mengakhiri.






