Relawan SPPG Sergai Geruduk Wartawan Gara-Gara Isu Limbah
Belasan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sukajadi, mayoritas emak-emak, mendatangi rumah wartawan ZH, pimpinan media online di Komplek Perumahan Dusun III, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Senin pagi (15/9/2025).
Mereka memprotes unggahan ZH di akun TikTok Sinar Sergai yang dianggap merugikan program makan bergizi gratis (SPPG). Massa menuntut penghapusan unggahan dan meminta ZH bertanggung jawab jika program berhenti beroperasi.
“Kalau SPPG tutup, kami minta makan dari bapak. Setiap pagi kami kemari ambil gaji dari bapak,” teriak para relawan.
Aksi sempat memanas, lantaran massa menuding ZH memanfaatkan isu limbah untuk keuntungan pribadi, namun berhasil terkendali tanpa bentrokan fisik.
Dikonfirmasi terpisah, ZH menegaskan unggahannya sesuai tugas jurnalistik berdasarkan UU Pers. Ia menekankan fokus berita adalah keresahan petani akibat limbah MBG di saluran irigasi, bukan pekerja SPPG.
Baca juga : PKS PT SAS Batu Bara Tetap Beroperasi, Sistem Limbah Terus Disempurnakan
“Jika ada pihak menilai berita hoaks, silakan tempuh jalur hukum, bukan mendesak penghapusan akun media sosial,” ujar ZH melalui WhatsApp.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sergai, Hadi, memastikan hasil uji laboratorium LP-1884-ION No Reg: 00210LPJILABLING-1LRKIKLIK menunjukkan limbah masih di bawah baku mutu.
“Hasil lab limbah yang dimaksud masih di bawah baku mutu dan itu limbah rumah tangga, bukan limbah yang membahayakan,” tegasnya.
Petani Irwansyah dari Kelompok Tani Suka Mulya menegaskan limbah tidak berdampak negatif terhadap sawahnya. “Yang katanya limbah dari Gedung SPPG tidak ada pengaruhnya. Per rante bisa tembus 3,5 goni,” katanya.
Meski begitu, petani tetap berharap Pemkab Sergai melalui Dinas Pertanian memprioritaskan perbaikan saluran irigasi, karena sebagian lahan masih mengandalkan tadah hujan dan pompanisasi.






