Relawan Guru Asal Medan Hadirkan Tawa untuk Anak Korban Banjir di Aceh Tamiang
Sejumlah relawan guru asal Medan, Sumatera Utara, mendatangi posko pengungsian korban banjir di Aceh Tamiang untuk menghibur anak-anak yang masih bertahan di tenda darurat. Kehadiran mereka bertujuan memberikan dukungan moral sekaligus menjaga semangat belajar anak-anak pascabencana.
Dibaca Juga : Pencurian Besi Fasilitas Umum Resahkan Warga Parapat, Pelaku Tertangkap Saat Gasak Pagar Sanggar Seni
Salah satu relawan, Amy, mengatakan kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Jembatan Kembar Aceh Tamiang, lokasi berdirinya tenda-tenda pengungsian. Selain membawa bantuan makanan dan kebutuhan pokok, para relawan juga membagikan mainan yang disambut antusias oleh anak-anak pengungsi.
“Kami ingin menghibur sekaligus menjaga semangat belajar mereka di tengah kondisi sulit,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Meski bantuan yang diberikan tergolong sederhana, Amy menuturkan anak-anak tampak ceria dan bahagia. Para relawan juga melakukan kegiatan trauma healing dengan mengajak anak-anak bernyanyi, bermain, dan tertawa bersama.
Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan peringatan Hari Ibu sebagai upaya menguatkan peran serta kasih sayang seorang ibu di tengah situasi bencana.
Diketahui, banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November lalu mengakibatkan permukiman warga serta fasilitas bermain dan belajar anak-anak rusak parah. Akibatnya, anak-anak dari sedikitnya tiga desa terpaksa tinggal di tenda darurat dan kehilangan ruang bermain maupun belajar.
Dibaca Juga : Dikeroyok Brutal Hingga Babak Belur di Langkat, Pria Asal Deli Serdang Tempuh Jalur Hukum
Amy menegaskan, kegiatan para relawan guru ini murni atas dasar kemanusiaan. Selain membantu pemulihan kondisi psikologis anak-anak, kegiatan ini diharapkan dapat mencegah trauma berkepanjangan dan memastikan anak-anak Aceh Tamiang tidak merasa sendirian dalam menghadapi dampak bencana.






