Ramadan Jadi Momentum SMKN 8 Medan Tingkatkan Karakter dan Kompetensi Vokasi
Bulan Ramadan dimanfaatkan SMKN 8 Medan bukan hanya sebagai bagian dari kalender keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter religius bagi seluruh peserta didik, seiring dengan penguatan keterampilan vokasi yang menjadi ciri khas sekolah kejuruan tersebut.
Sekolah yang beralamat di Jalan Dr. Mansyur, Kecamatan Medan Selayang ini dikenal konsisten mempersiapkan siswa agar dapat langsung terjun ke dunia kerja dan berprestasi. Namun di sisi lain, SMKN 8 Medan juga menekankan pembentukan karakter spiritual sebagai fondasi kepribadian lulusan.
Hubungan Industri (Hubin) SMKN 8 Medan, Yanti Harahap, menjelaskan bahwa selama Ramadan sekolah memfokuskan penguatan pendidikan agama bagi seluruh siswa sesuai keyakinan masing-masing.
Untuk siswa beragama Islam, pembelajaran agama diarahkan pada praktik langsung ibadah, termasuk pelaksanaan fardhu kifayah. “Di bulan Ramadan ini, kami mengajarkan bagaimana menjalankan fardhu kifayah, termasuk praktik salat jenazah,” kata Yanti, Jumat (27/2/2026).
Selain itu, siswa Muslim juga dibiasakan melaksanakan salat Dhuha dan salat Zuhur berjamaah setiap hari selama Ramadan. Kegiatan tersebut dilakukan secara rutin untuk membangun kedisiplinan serta memperkuat kebersamaan antar siswa.
Sekolah juga menegaskan bahwa perhatian terhadap pembinaan rohani tidak hanya diberikan kepada siswa Muslim. Peserta didik beragama Kristen tetap mendapatkan pendalaman agama selama Ramadan. Menurut Yanti, hal itu dilakukan agar Ramadan tidak dipersepsikan sebagai momentum keagamaan yang eksklusif.
“Selama bulan Ramadan kami lebih menguatkan pembelajaran keagamaan. Jadi bukan hanya untuk siswa Muslim saja, agama lain juga mendapatkan pendalaman sesuai keyakinannya,” tutur Yanti.
Baca juga : Ketua OSIS SMKN 1 Medan Soroti Dampak Sekolah Lima Hari Terhadap Kegiatan Siswa
Di bidang akademik vokasi, SMKN 8 Medan dikenal sebagai sekolah kejuruan yang fokus pada pariwisata dan jasa. Sekolah ini memiliki empat jurusan utama, yakni Tata Boga, Tata Busana, Tata Kecantikan, dan Perhotelan. Seluruh jurusan dilengkapi fasilitas praktik di lingkungan sekolah, termasuk hotel praktik untuk jurusan Perhotelan dan sanggar praktik untuk Tata Kecantikan, dengan biaya praktik ditanggung oleh sekolah.
Untuk memperkuat kesiapan kerja, siswa jurusan Perhotelan menjalani pelatihan di berbagai hotel, baik di Kota Medan maupun luar daerah, seperti Yogyakarta, Batam, hingga Hotel Simalem Resort. Bahkan, menurut Yanti, tidak sedikit siswa yang telah mendapat tawaran kerja sejak menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Banyak siswa kami yang saat PKL sudah ditawari pekerjaan oleh dunia usaha dan industri,” katanya. Siswa Perhotelan juga kerap bekerja sebagai tenaga harian atau casual worker pada akhir pekan, sehingga memperoleh pengalaman kerja sekaligus tambahan penghasilan.
SMKN 8 Medan juga mencatat sejumlah prestasi, baik di bidang kejuruan maupun non-akademik. Jurusan Perhotelan pernah menjuarai lomba making bed dalam ajang PHRI, sementara Tata Busana meraih juara nasional lewat inovasi pengolahan pakaian berbahan serat pisang dan nanas.
Di bidang olahraga, siswa sekolah ini meraih prestasi di Taekwondo dan Pencak Silat, bahkan pernah mewakili Sumatera Utara dalam expo di Malaysia. Setiap capaian siswa diumumkan secara terbuka saat upacara bendera, dengan pemberian penghargaan langsung di hadapan seluruh warga sekolah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
Prestasi alumni juga menjadi kebanggaan tersendiri. Lulusan Tata Busana, Vera Kebaya, dikenal luas di bidangnya dan pernah menyumbangkan karya busana untuk sekolah. Sementara alumni bernama Kiki berhasil meraih Runner Up 2 ajang MasterChef Indonesia 2023. Sejumlah alumni Tata Boga juga bekerja di kapal pesiar, kafe, restoran, hingga menduduki posisi supervisor di hotel-hotel di Medan.
Selain kegiatan akademik, SMKN 8 Medan yang berdiri sejak 1976 itu menyediakan beragam ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap Jumat sore, mulai dari seni, olahraga, hingga organisasi seperti OSIS, Pramuka, dan Paskibraka. Jurusan Tata Boga menjadi jurusan paling diminati dengan jumlah rombongan belajar terbanyak.






