Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Puluhan Tahun Berjalan, Warung Ramadan Remaja Masjid Ini Konsisten Santuni Anak Yatim

Puluhan Tahun Berjalan, Warung Ramadan Remaja Masjid Ini Konsisten Santuni Anak Yatim

Warung Ramadan yang dikelola para Remaja Masjid Nurul Hikmah Sarudik telah berlangsung puluhan tahun. Para remaja yang mayoritas masih berusia sekolah ini setiap sore menjual berbagai takjil tepat di depan masjid yang berada di pinggiran Jalinsum Sibolga–Pandan.

Dibaca Juga : Stok BBM dan LPG di Sumut Dipastikan Aman Menjelang Idulfitri 1447 H

Uniknya, keuntungan dari penjualan takjil tersebut tidak hanya digunakan untuk santunan anak yatim piatu, tetapi juga menjadi uang saku bagi sekitar 15 kru yang terlibat dalam operasional warung yang menggunakan tratak sederhana.

“Alhamdulillah, selain mengajarkan para remaja masjid berwirausaha, kami juga memberikan edukasi agar mereka mau bersedekah. Dari hasil usaha selama Ramadhan ini, para remaja juga bisa mendapatkan uang ‘jajan’ untuk Hari Raya Idulfitri,” ujar salah seorang senior remaja masjid terbesar di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rini Apriyani br Pasaribu.

Rini menambahkan, keuntungan yang diperoleh selama Ramadhan setidaknya dapat mengurangi beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan Lebaran para remaja.

“Setiap tahunnya, penghasilan masing-masing remaja masjid berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu. Lumayan untuk tambahan uang jajan,” kata Rini yang juga berprofesi sebagai guru honorer di Tapanuli Tengah.

Berbagai penganan takjil yang dijual setiap sore mencapai sekitar 20 jenis, terdiri dari kue basah dan kue kering tradisional khas pesisir Sibolga–Tapanuli Tengah. Beberapa di antaranya adalah lepat nagasari, lapek ba inti, ongol-ongol, lupis, aneka bubur, risol, dan berbagai jenis lainnya.

“Kue-kue yang dijual ini higienis, tanpa pengawet dan tanpa bumbu penyedap yang dapat merusak kesehatan. Kami tetap menjaga kualitasnya,” papar Rini yang didampingi rekannya, Yusuf Limbong, Tambunan, serta remaja masjid lainnya.

Para remaja juga menuturkan bahwa kue-kue tersebut dibuat oleh para “umak-umak” warga sekitar dan jamaah masjid. Dengan kerja sama ini, hampir seluruh warga dapat merasakan manfaat ekonomi.

“Alhamdulillah, usaha ini sudah berlangsung puluhan tahun,” ujar Herman Harahap, gharim sekaligus pengurus Masjid Nurul Hikmah Sarudik, Sabtu (14/3/2026) sore, yang selalu mengawasi kegiatan para remaja.

Hal senada disampaikan Pahala Sitanggang, salah seorang penasihat masjid. Ia berharap warung Ramadhan ini dapat terus berlanjut dari generasi ke generasi.

Dibaca Juga : Menko Polkam Dorong Forkopimda Sumut Libatkan Pemuda Perangi Narkoba dan Judi Online

Selain lokasi warung yang strategis, kualitas kue yang terjaga serta keramahan para remaja membuat warga sekitar maupun pengguna jalan kerap singgah setiap sore untuk membeli takjil.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan