Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS PTPN IV Angkat Bicara soal Dugaan Pengeroyokan Warga di Kebun Tanjung Garbus

PTPN IV Angkat Bicara soal Dugaan Pengeroyokan Warga di Kebun Tanjung Garbus

Manajemen Kebun Tanjung Garbus PTPN IV Regional 2 membantah adanya dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga di areal Afdeling IV, sebagaimana informasi yang sempat beredar di masyarakat.

Dibaca Juga : Peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi Hadirkan Biduan, MUI Tegas: Tidak Pantas!

Manager Kebun Tanjung Garbus PTPN IV Regional 2, Zulfahmi, menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan klarifikasi resmi agar pemberitaan yang diterima publik bersifat berimbang dan akurat.

“Perlu kami tegaskan bahwa tidak pernah terjadi pemukulan terhadap korban oleh siapa pun dari pihak kebun, baik oleh personel BKO maupun petugas keamanan,” ujar Zulfahmi, Minggu (18/1/2026).

Zulfahmi menjelaskan, berdasarkan kronologi kejadian pada Kamis (15/1/2026) malam, pihak kebun mendapati adanya kehilangan tandan buah segar (TBS) di areal Afdeling IV.

Menindaklanjuti hal tersebut, Tim Pengamanan Kebun melakukan patroli dan menemukan indikasi aktivitas pencurian.

“Tim kemudian melakukan pengejaran terhadap oknum yang diduga melakukan pencurian yang bergerak ke arah Kampung Kramat Gajah. Tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan aset perusahaan dan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” ucapnya.

Terkait isu pengeroyokan, Zulfahmi menyebut informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan. Ia menegaskan bahwa di lokasi kejadian hanya terjadi adu mulut dan saling dorong tanpa adanya kekerasan fisik.

“Fakta di lapangan menunjukkan tidak ada pemukulan. Yang terjadi hanya adu mulut dan dorong-dorongan,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Zulfahmi menyampaikan bahwa pada malam kejadian pihak kebun mengedepankan penyelesaian secara persuasif dan kekeluargaan. Mediasi antara pihak kebun dan pihak warga telah dilaksanakan pada hari yang sama dengan melibatkan unsur terkait.

“Mediasi berlangsung kondusif dan berakhir secara damai, ditandai dengan saling pengertian serta bersalaman antara kedua belah pihak sebagai simbol penyelesaian tanpa konflik lanjutan,” katanya.

Manajemen Kebun Tanjung Garbus juga menyayangkan adanya pemberitaan sepihak yang dinilai tidak melakukan konfirmasi secara utuh sehingga berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Sebagai informasi tambahan, Zulfahmi mengungkapkan bahwa pada 25 Desember 2025, tim pengamanan kebun sempat menggagalkan upaya pencurian TBS di Afdeling IV dengan mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan satu karung TBS.

“Namun saat itu, tim pengamanan didatangi sekelompok orang yang membawa senjata tajam dan mengambil paksa barang bukti yang telah diamankan,” ujarnya.

Zulfahmi menegaskan komitmen perusahaan untuk selalu menjunjung tinggi penegakan hukum, menghormati hak masyarakat, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara humanis dan dialogis.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami duduk perkara yang sebenarnya dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” tuturnya.

Dibaca Juga : Relawan Guru Asal Medan Hadirkan Tawa untuk Anak Korban Banjir di Aceh Tamiang

Manajemen Kebun Tanjung Garbus PTPN IV Regional 2 menyatakan tetap terbuka dalam memberikan informasi yang dibutuhkan serta mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan fakta, bukan opini yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan