Proyek Solar Dryer Dome di Dairi Disorot, Akses Sulit Dinilai Mubazir
Bangunan Solar Dryer Dome atau teknologi pengeringan hasil pertanian yang dibangun di Desa Palding Jaya, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, disebut proyek mubazir yang menghamburkan uang negara atau pemborosan anggaran tidak bermanfaat.
Dibaca Juga : Dinas Koperindag Toba Tegaskan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Jadi Wewenang TNI
Sebutan mubazir itu muncul dari sejumlah pengamat dan warga sekitar setelah melihat kondisi bangunan yang ditinjau di lapangan menunjukkan akses sulit, Jumat (23/1/2026).
Bangunan Solar Dryer Dome berada di lokasi Kantor Balai Pembibitan Pertanian Dairi, Kecamatan Tigalingga. Akses dari jalan besar menuju bangunan masih berupa jalan perkerasan dengan kondisi sangat sempit yang disinyalir menyulitkan mobilisasi hasil pertanian ke dalam.
Warga sekitar bermarga Sembiring menggambarkan bangunan pengering hasil pertanian seperti jagung, kakao, kopi, dan komoditas lainnya berbentuk kubah yang menggunakan energi surya untuk menurunkan kadar air secara efisien.
“Untuk daerah ini kayaknya tidak jalan, karena akses sulit. Bisa saja lebih besar biaya untuk Mobilisasi hasil pertanian ke Solar Dryer Dome ini dibanding dijemur di halaman warga. Ironinya, kapasitas daya tampungnya kami dengar maksimal dua ton jagung, dan kabarnya durasi pengeringan mencapai tiga hari tiga malam. Bagaimana bisa maksimal, mobil saja sulit masuk dengan kondisi jalan sempit dan rusak,” kata Sembiring.
Di lokasi, Manik, petugas dari Dinas Pertanian Dairi, mengaku ketika dicoba diwawancarai media, kurang mengetahui detail mengenai bangunan tersebut. Namun diakuinya, bangunan itu direncanakan akan dikelola oleh pihak Polres Dairi dalam rangka mendukung swasembada pangan, mengingat Polres Dairi memiliki binaan gabungan kelompok tani di seluruh kecamatan di Kabupaten Dairi dengan komoditas jagung.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Pemerintah Kabupaten Dairi, Kesti Angkat, mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait bangunan tersebut seiring dirinya baru menjabat sebagai kepala dinas pada tahun 2026.
Informasi di lapangan menyebutkan, sebelumnya program ini direncanakan untuk mendukung program Ketapang dari petani jagung di bawah binaan Polres Dairi. Pemerintah Kabupaten Dairi memfasilitasi berupa bangunan pengering jagung yang lokasinya semula direncanakan di Kecamatan Tanah Pinem, mengingat kecamatan tersebut merupakan penghasil jagung terbesar di Kabupaten Dairi dan akses ke gudang penampungan jagung Bulog lebih dekat.
Atas usulan Polres Dairi, Pemerintah Kabupaten Dairi kemudian membangun satu unit Solar Dryer Dome yang dianggarkan pada Perubahan APBD (P-APBD) tahun 2025 dengan pagu Rp 600.000.000. Namun pada akhirnya lokasi bangunan berubah dengan akses yang dinilai semakin sulit.
Dibaca Juga : Tragis! Remaja 14 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api di Siantar Timur, Keluarga Jemput Jasad
Selain itu, Bupati Dairi Vicner Sinaga dikabarkan telah melakukan peninjauan pembangunan Solar Dryer Dome atau bangunan pengering jagung, sebuah fasilitas modern yang digadang-gadang menjadi solusi persoalan pascapanen petani yang berada di Desa Palding Jaya.






