Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Proyek Gedung Cathlab RSUD Sidikalang Disorot, Kualitas Pekerjaan Jadi Sorotan Publik

Proyek Gedung Cathlab RSUD Sidikalang Disorot, Kualitas Pekerjaan Jadi Sorotan Publik

Proyek pembangunan gedung sarana cathlab di RSUD Sidikalang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik APBD Kabupaten Dairi Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan.

Dibaca Juga : Hari Terakhir Libur Lebaran, Kota Wisata Berastagi Diserbu Ribuan Pengunjung

Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp1,88 miliar ini sebelumnya memiliki Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp2,4 miliar. Penawaran pemenang lelang yang turun hingga sekitar 20 persen dari HPS dinilai sejumlah pihak berpotensi berdampak pada kualitas pekerjaan.

Sejumlah pegiat sosial di Dairi, di antaranya Johan P dan Parulian N, mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kondisi proyek di lapangan.

Menurut Parulian, dari hasil pengamatan langsung, beberapa bagian pekerjaan disebut sudah mengalami kerusakan meskipun proyek belum rampung. Ia juga menyoroti pengerjaan yang masih berlangsung hingga akhir Maret 2026.

“Kualitas pekerjaan proyek tersebut sangat dipertanyakan. Amatan kami di lapangan, ada beberapa item pekerjaan sudah rusak. Kemudian pengerjaan sampai saat ini masih berlangsung,” ujarnya.

Sementara itu, Johan menilai penurunan harga yang terlalu besar dalam proses lelang berisiko memengaruhi mutu pekerjaan. Meski demikian, ia juga menegaskan informasi terkait pihak pelaksana proyek yang beredar di masyarakat masih sebatas kabar yang belum terverifikasi.

“Penurunan harga segitu terlalu drastis dan tidak wajar. Saya mendapat informasi pelaksana proyek tersebut orang Medan dan kabarnya orang dekat Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu),” katanya.

Menanggapi hal tersebut, mantan Direktur RSUD Sidikalang, Mei Sitanggang, menyatakan bahwa pembayaran proyek dilakukan berdasarkan progres pekerjaan. Ia menyarankan agar penjelasan teknis lebih lanjut dikonfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Kalau fisik proyek tidak selesai, pembayaran dilakukan sesuai progres. Namun untuk lebih detail silakan hubungi PPK-nya, Provet Sitanggang,” ujar Mei saat dihubungi melalui telepon. Namun hingga saat ini, PPK proyek, Provet Sitanggang, belum berhasil dikonfirmasi.

Di sisi lain, seorang pekerja di lokasi menyebutkan adanya kendala cuaca. Hujan deras menyebabkan area gedung sempat tergenang air dan mengakibatkan beberapa bagian plafon mengalami kerusakan. Ia menambahkan bahwa pekerjaan yang tersisa saat ini meliputi tahap akhir seperti pemasangan lantai epoxy, instalasi wastafel khusus, serta penyelesaian pencahayaan dan pengecatan.

Sebelumnya, proyek pembangunan gedung cathlab ini menjadi bagian dari persiapan menerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan nilai lebih dari Rp43 miliar.

Dibaca Juga : Pasca Bencana, Wisata Pantai Indah Pandan Sepi Pengunjung, Pelaku Usaha Merugi

Pihak RSUD menyebutkan bahwa tim asesor dari Kemenkes akan melakukan kunjungan setelah pembangunan gedung selesai sepenuhnya. Dari sisi sumber daya manusia, rumah sakit diklaim telah siap, namun progres pembangunan fisik masih menjadi faktor penentu untuk tahap selanjutnya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan