Program MBG di Medan Berjalan Saat Libur Panjang, Penerima Dapat Menu Kering
Libur sekolah telah tiba. Kondisi ini memunculkan berbagai pertanyaan terkait keberlangsungan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa selama masa liburan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Matsum 1, Medan Area, Sazili Sholihin, mengatakan bahwa program MBG tetap berjalan.
Namun, selama libur sekolah, pihaknya tidak melakukan aktivitas memasak. Menu yang dibagikan bukan makanan basah, melainkan diganti dengan menu kering yang disalurkan sekaligus melalui pihak sekolah.
“Kami tetap beroperasi. Hanya saja, selama libur sekolah kami menggunakan menu kering, dan pembagiannya dirapel,” ujarnya kepada Mistar, Selasa (23/12/2025).
Ia menjelaskan, menu kering yang dibagikan terdiri dari susu satu liter, roti gandum, buah, serta makanan atau minuman sereal instan. Pembagian menu tersebut akan dilakukan secara serentak pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan mekanisme siswa datang ke sekolah untuk mengambil paket MBG.
“Nanti pihak sekolah yang akan memanggil siswa untuk datang ke sekolah dan membagikan makanan ringan tersebut,” tuturnya.
Baca juga : Libur Sekolah, Penyaluran MBG di Samosir Resmi Dihentikan Sementara
Skema serupa juga telah dilakukan saat pembagian rapor pada Jumat lalu. Saat itu, pihak sekolah memilih menolak menu basah dan meminta MBG disalurkan dalam bentuk makanan kering.
SPPG Kota Matsum 1 menyalurkan MBG ke delapan sekolah di Kecamatan Medan Area, dengan total penerima manfaat sebanyak 2.091 siswa, mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK. Menu yang diberikan sama, namun dengan takaran porsi yang berbeda.
Sementara itu, kata Sazili, selama masa libur sekolah aktivitas di dapur tetap berlangsung. Meski tidak memasak, para petugas melakukan pembersihan dapur, evaluasi internal, serta pengisian materi bagi pekerja.
“Dari pimpinan, kami belum ada libur. Jadi kegiatan di dapur tetap berjalan untuk bersih-bersih dan evaluasi,” ucapnya.
Namun demikian, dapur dijadwalkan libur pada 25 dan 26 Desember. Pihaknya mengaku belum menerima arahan lanjutan mengenai mekanisme pembagian MBG ke depan, mengingat libur sekolah akan berlangsung hingga 4 Januari 2026.
“Kami masih menunggu arahan pimpinan, apakah nanti tetap dibagikan atau tidak. Saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri tanpa arahan pimpinan,” katanya.






