Program Kampung Bersinar Dinilai Gagap, Polres Siantar ‘Butuh Sinergi Masyarakat
Program kampung bersih narkoba (Bersinar) yang digalakkan Polres Pematangsiantar dinilai tak efektif lagi. Posko-posko yang dibangun di setiap kecamatan dinilai hanya sebagai pajangan, tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Dibaca Juga : 150 CPNS Resmi Terima SK, Bupati Tapsel ‘Inovasi dan Kinerja Kunci Kemajuan Daerah
Seorang warga Kecamatan Siantar Martoba, Z Rangkuti mengatakan Posko Bersinar di kampungnya, didirikan tiga tahun silam. Namun tempat jarang difungsikan, hanya formalitas saja.
“Kadang ada yang duduk-duduk di situ, tapi hanya sekedar aja. Jadi tempat nongkrong,” kata Rangkuti, Senin (14/4/2025).
Tujuan program Bersinar, kata Rangkuti, seyogianya untuk menekan angka penggunaan narkoba di wilayah kampungnya. Namun faktanya masih ada penyalahgunaan obat terlarang itu, meskipun secara sembunyi.
“Udah rahasia umum lah itu. Terkadang ada warga yang bukan tinggal di sini keluar masuk, mau ngapain lagi kalau bukan belanja barang itu,” ujarnya.
Ia menilai program kampung Bersinar tidak lagi efektif, pendekatan persuasif dikatakannya sudah harus ditinggalkan dan lebih memilih jalur penindakan.
“Langsung aja digerebek, kalau hanya mengimbau dan sejenisnya gak laku,” ucapnya.Ia meminta Kepolisian lebih gencar menggerebek kampung-kampung yang rawan pengguna narkoba.”Terlebih lagi penjual ataupun bandarnya, itu harusnya yang dikejar,” ujar Rangkuti.
Polres Siantar berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan Pemkot dan BNN setempat untuk memperkuat Kampung Bersinar. “Kami akan evaluasi, mungkin perlu pendekatan berbeda, seperti melibatkan lebih banyak tokoh masyarakat,” tambah Kapolres.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Pematangsiantar, Iptu Agustina membantahnya. Ia menyebut, posko dan program kampung Bersinar masih digalakkan pihaknya hingga kini. Posko-posko itu, katanya, kerap dikunjungi Bhabinkamtibmas, dan petugas piket Polsek setempat.
Dibaca Juga : Ditutup-tutupi! Pejabat Publik Dinilai Abai terhadap Prinsip Keterbukaan Informasi
“Karena sifatnya mengayomi, dan itu masih efektif sampai sekarang,” kata Agustina di ruang kerjanya. Ia mengaku, setiap informasi peredaran narkoba tetap ditindaklanjuti. “Setiap info kami telaah, dan jika memang ditemukan pelanggaran pasti kami tindak,” ujarnya.






