Produksi Padi Simalungun Surplus 54 Ribu Ton di 2025, Ketahanan Pangan Kian Kuat
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, Jenri Saragih, mengatakan bahwa luas lahan padi Januari–Desember mencapai 47.915,7 hektar dengan produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 278.683 ton atau setara 178.413 ton beras.
Dibaca Juga : Gandeng BSI, Pemko Tebing Tinggi Perkuat Layanan Perbankan Syariah
Dengan tingkat konsumsi beras penduduk sebesar 116,2 kilogram per kapita per tahun dan jumlah penduduk 1.067.499 jiwa, total kebutuhan beras Simalungun sepanjang 2025 tercatat 124.043 ton.
“Dari angka tersebut, Simalungun mencatat surplus beras sebesar 54.369 ton. Hal ini membuat Simalungun menjadi salah satu lumbung pangan di Sumatra Utara,” kata Jenri dalam rapat zoom bersama Presiden Prabowo, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih, TNI, Polri, dan para penyuluh pertanian dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Panei, Rabu (7/1/2026).
Meski demikian, Jenri menekankan bahwa pentingnya peningkatan produksi di masa mendatang. Simalungun akan fokus pada perluasan luas tambah tanam, peningkatan indeks pertanaman, serta pengembangan areal tanam di lahan kering, seiring menyusutnya lahan sawah.
“Penghitungan surplus beras akan lebih objektif jika dikaitkan dengan laju pertumbuhan penduduk sebagai indikator ketahanan pangan jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Simalungun Anton Ahmad Saragih menyampaikan apresiasi kepada para petani, penyuluh pertanian, serta dukungan TNI dan Polri yang dinilai berperan besar dalam menjaga dan meningkatkan produksi pertanian daerah.
“Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Simalungun berkomitmen penuh mendukung gerakan swasembada pangan sesuai program Bapak Presiden RI,” kata Bupati.
Sebagai daerah agraris, Simalungun memiliki rekam jejak kuat dalam pembangunan pertanian nasional. Daerah ini pernah menjadi tuan rumah Panen Raya yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2005 di Kecamatan Panombeian Panei.
Sedangkan Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian swasembada pangan menjadi tonggak penting kebangkitan pertanian nasional yang akan bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, serta pemanfaatan teknologi pertanian.
Dibaca Juga : Tiga Terduga Pelaku Penembakan Balita Empat Tahun Ditangkap Polisi
“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya. Saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” ujar Presiden dalam sambutannya.






