Produksi Beras Sumut Naik 24,84 Persen pada 2025, Serdang Bedagai Terbesar
Berbeda dengan tren produksi jagung yang mengalami penyusutan, sektor pangan padi di Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut melaporkan lonjakan signifikan baik pada luas panen maupun total produksi beras yang menjadi kabar baik bagi ketahanan pangan daerah.
Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin, mengungkapkan realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 535,01 ribu hektare. Angka ini menunjukkan ekspansi lahan panen yang luar biasa, yakni meningkat sebesar 115,55 ribu hektare atau naik 27,55 persen dibandingkan tahun 2024.
“Produksi padi di Provinsi Sumatera Utara sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 3,21 juta ton GKP, atau mengalami peningkatan sebanyak 0,64 juta ton GKP ata 24,84 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 2,57 juta ton GKP. Produksi tertinggi terjadi pada bulan Februari, yaitu sebesar 0,47 juta ton GKP,” kata Misfaruddin, Senin (9/2/2026).
Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi masyarakat, total produksi selama tahun 2025 setara dengan 1,58 juta ton beras. Capaian ini naik drastis sebesar 0,31 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 1,26 juta ton.
Baca juga : Inflasi Tahunan Beras Naik, Bulog Sumut Beberkan Faktornya
Secara geografis, Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang, dan Mandailing Natal mengukuhkan posisi mereka sebagai tiga daerah penyumbang produksi padi (GKG) tertinggi di Sumut. Meskipun mencatatkan pertumbuhan tahunan yang impresif, BPS memberikan catatan waspada untuk awal tahun 2026. Berdasarkan hasil amatan Survei Kerangka Sampel Area (KSA), potensi produksi beras pada subround pertama (Januari-Maret 2026) diperkirakan akan mengalami sedikit koreksi.
“Potensi produksi beras pada Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 518,87 ribu ton, atau mengalami penurunan sekitar 5,25 ribu ton atau 1 persen dibandingkan produksi beras pada Januari hingga Maret 2025 yang sebesar 524,13 ribu ton,” ucap Misfaruddin.
Penurunan tipis pada awal tahun 2026 ini dipicu oleh perkiraan luas panen yang juga menyusut sekitar 0,41 persen. Kendati demikian, secara keseluruhan posisi stok beras di Sumatera Utara dinilai masih sangat aman berkat surplus besar dari hasil panen tahun 2025.
Pemerintah daerah diharapkan tetap menjaga distribusi gabah dari daerah lumbung seperti Serdang Bedagai agar stabilitas harga beras di pasar perkotaan tetap terkendali.






