Polwan Polda Sumut Bantah Tudingan Kekerasan terhadap Anak, Sebut Rekayasa Suami
Seorang polisi wanita (Polwan) yang bertugas di Polda Sumut, Brigadir D, membantah tudingan bahwa dirinya melakukan kekerasan terhadap anak, yang sempat viral di media sosial.
Ia mengklaim video tersebut merupakan rekayasa dari suaminya, Lettu A, yang sengaja mengedit rekaman untuk menimbulkan persepsi salah tentang kejadian tersebut
Polwan Polda Sumut, Brigadir D, membantah tudingan yang menyebut dirinya melakukan kekerasan terhadap anaknya.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Enam Daerah Gelar Pasar Murah untuk Stabilkan Harga
Ia mengklarifikasi bahwa video yang beredar di media sosial merupakan rekayasa dari suaminya, Lettu A. Brigadir D menjelaskan bahwa peristiwa yang ada dalam video tersebut terjadi pada Juli 2024, saat anaknya yang berusia 14 bulan bangun tidur dan menangis.
D mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia sedang memasak agar-agar dan air panas untuk mandi anak. Ketika anaknya mendekati kompor, ia panik dan spontan menarik tangan anaknya untuk menjauhkan dari bahaya.
“Saya tidak menyiram anak saya, itu hanya kalimat untuk suami saya, bukan anak,” ujarnya.
Terkait dengan narasi dalam video yang menyebutkan dirinya mengancam akan menyiram anaknya dengan air panas, D menegaskan bahwa panci yang diangkatnya berisi adonan agar-agar, bukan air panas.
Ia menduga bahwa suaminya mengedit video tersebut agar terlihat seolah-olah ia sedang menyiksa anaknya.
Kasus ini kini tengah diselidiki oleh Propam Polda Sumut, dan Brigadir D berharap klarifikasinya dapat membantu mengungkap kebenaran.
Brigadir D menegaskan bahwa jika ada bukti baru terkait video tersebut, ia siap bekerja sama dengan pihak berwenang untuk klarifikasi lebih lanjut.
Siap Untuk Tampil Lebih Percaya Diri? Kunjungi Website Kami dan Temukan Layanan Salon Terbaik!
Sementara itu, Propam Polda Sumut terus melakukan penyelidikan terkait kebenaran video kekerasan terhadap anak tersebut, dengan harapan dapat menemukan fakta yang sebenarnya dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.






