Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Polres Batu Bara Diminta Tindak Tegas Pelaku Pencurian di Lima Puluh

Polres Batu Bara Diminta Tindak Tegas Pelaku Pencurian di Lima Puluh

Masyarakat Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara meminta ketegasan Polres Batu Bara untuk mengungkap aksi pencurian yang dinilai marak terjadi dan meresahkan.

Tokoh pemuda dan tokoh masyarakat, Zen dan Tua Raja Hutasuhut, mengungkapkan sejak awal Januari 2026 setidaknya telah terjadi 16 aksi pencurian.

“Sepanjang Januari-Februari 2026 tercatat sedikitnya terjadi 16 aksi pencurian di Kelurahan Lima Puluh Kota,” ucap Zen yang diaminkan Tua Raja Hutasuhut, Jumat (13/2/2026).

Dijelaskan Zen, berdasarkan penelusurannya, dari 16 rumah atau lokasi yang menjadi korban pencurian, di antaranya rumah Togar Sitinjak, warga Kelurahan Lima Puluh Kota, kehilangan sepeda motor saat diparkirkan di lapangan sepak bola ringroad dan sudah membuat laporan ke Polres Batu Bara.

Selain itu, Charles, Ketua PBB Kecamatan Lima Puluh, mengalami pembobolan warung; Karidin Sianipar kehilangan sepeda motor; rumah makan Padang di Lingkungan VI Kelurahan Lima Puluh Kota mengalami pembobolan; Ferdinand Nainggolan, warga Lingkungan III Kelurahan Lima Puluh, kehilangan baterai mobil.

Baca juga : Polres Batu Bara Amankan Dua Terduga Pengedar Narkoba di Tempat Terpisah

Selanjutnya, Budianto, warga Lingkungan III Kelurahan Lima Puluh Kota, kehilangan mesin genset; Asna Br Silalahi, warga Lingkungan IV Kelurahan Lima Puluh Kota, kehilangan empat tabung gas elpiji.

Informasi lainnya mengungkapkan aksi pencurian terjadi di Indomaret, ruko milik Manurung, Adi Kaca, rumah kosong milik Nababan, RM Minang, kos-kosan Tobing, dan Kantor Camat Lima Puluh.

Dalam satu minggu terakhir, kedai kopi merangkap rumah milik P Butar Butar yang berada persis di depan kantor Polres Batu Bara di Lingkungan V Kelurahan Lima Puluh Kota kehilangan uang tunai dan rokok berbagai merek.

Lalu, Supriadi, seorang wartawan warga Lingkungan II Kelurahan Lima Puluh Kota, mengalami pembobolan rumah dan kehilangan laptop, surat tanah/rumah, mesin refleksi, peralatan salon, serta jemuran aluminium.

Tua Raja Hutasuhut menimpali, bukan hanya rumah dan tempat usaha yang menjadi sasaran aksi pencurian, namun juga kebun warga yang kehilangan buah sawit dan pisang.

Terkait masifnya aksi pencurian, Zen meminta ketegasan Polres Batu Bara melalui Satreskrim untuk mengungkap kasus-kasus tersebut.

Baca juga : Kedai Kopi di Depan Polres Batu Bara Dibobol Maling, Uang dan Rokok Hilang

“Jangan tunggu ada yang kemalingan baru sibuk melakukan penyelidikan,” tutur Zen.

Terpisah, Kanit Resum Satreskrim Polres Batu Bara, Ipda Ade Sundoko Masry, saat dikonfirmasi mengatakan hanya ada tiga LP dan satu LP sudah berhasil diungkap.

“Iya ada tiga LP, satu LP sudah diungkap, yaitu pencurian rumah makan di Blok 8, dan tersangkanya satu sudah diamankan berinisial AS. Sedangkan dua LP lainnya masih dalam penyelidikan,” jelas Ade.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari korban pencurian, minimnya pengaduan dibanding aksi pencurian ternyata karena berbagai faktor.

Seorang ibu mengaku tidak mau melapor karena dianggap percuma. “Percuma melapor karena apa yang hilang tidak akan kembali. Belum lagi kita letih dipanggil berulang-ulang,” ujar Asnah.

Pengakuan Asnah dibenarkan korban pencurian lainnya, Feri Nainggolan. Feri juga beranggapan percuma membuat laporan karena membuang waktu dan sangat jarang yang terungkap.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan