Polisi Dapat Apresiasi, Warga Diancam Ironi Pemberantasan Narkoba di Langkat
Langkat – Upaya aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di Kabupaten Langkat menuai apresiasi dari berbagai pihak. Namun, di balik penghargaan tersebut, muncul kisah ironis. Sejumlah warga yang mendukung langkah pemberantasan justru mengaku mendapat intimidasi dari oknum yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba.
Puluhan mahasiswa berorasi sambil membentangkan spanduk di depan Polres Langkat, Senin (5/5/2025). Mahasiswa menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kinerja polisi yang dinilai tidak mampu memberantas narkoba.
Mahasiswa dari Serikat Mahasiswa Tameng Rakyat menilai aparat tidak melindungi warganya yang melaporkan seseorang terlibat narkoba, hingga pelapor merasa terancam.
“Saya melapor ke Kasat Narkoba pada 24 Maret 2025. Bukannya ditindaklanjuti, malamnya saya malah didatangi oleh terduga bandar narkoba. Saya ditanya sama bandar narkoba itu kenapa tidak senang jika mereka jual sabu,” ujar salah seorang pengunjuk rasa, Wahyu.
Wahyu mengatakan, tindakan itu sebagai bentuk intimidasi terhadap warga yang berani melapor.
Di sisi lain, beberapa karangan bunga dari warga justru menyampaikan apresiasi kepada Polres Langkat atas keberhasilan menangkap dua pengedar narkoba di dua kecamatan.
Dari pantauan Mistar, ada empat papan bunga yang dikirim oleh warga Kecamatan Tanjung Pura dan Kecamatan Secanggang.
“Terima kasih kepada Polres Langkat yang telah menangkap terduga pengedar narkoba di wilayah kami,” tertulis di salah satu papan bunga yang sudah terpasang sejak Sabtu (3/5/2025).
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkoba, dan menjamin perlindungan bagi para pelapor.
Upaya pemberantasan narkoba, menurut mereka, membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk keberanian warga dalam melawan tekanan dari para pelaku kejahatan. Ironi yang terjadi di lapangan menjadi tantangan serius bagi aparat dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Baca juga : Pelaku Pengirim Jasad Bayi Merupakan Saudara Kandung dan Berpacaran
Meski aparat kepolisian terus berupaya menindak tegas peredaran narkoba di Langkat, kasus intimidasi terhadap warga yang berani bersuara menunjukkan bahwa perjuangan ini belum sepenuhnya aman bagi masyarakat.
Ironi ini menegaskan pentingnya perlindungan nyata bagi para pelapor dan saksi, agar pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dirasakan dampaknya. Harapan masyarakat kini bertumpu pada konsistensi dan keberanian aparat dalam membersihkan wilayah dari pengaruh jaringan narkotika, tanpa mengorbankan rasa aman warga yang mendukung perjuangan tersebut.






