Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Petani Porsea Toba Berharap Pupuk Subsidi 2026 Stabil dan Harga Tak Melewati HET

Petani Porsea Toba Berharap Pupuk Subsidi 2026 Stabil dan Harga Tak Melewati HET

Petani di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, berharap pada musim tanam tahun 2026 pupuk subsidi tidak mengalami kelangkaan. Selain itu, mereka juga meminta agar harga pupuk di kios ditetapkan sesuai ketentuan pemerintah melalui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dibaca Juga : Cegah Balap Liar, Polisi Intensifkan Patroli Malam di Sejumlah Titik Rawan Simalungun

Salah seorang petani, Frankin, menyampaikan bahwa saat ini terjadi penurunan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen dibandingkan harga sebelumnya. Adapun harga pupuk subsidi saat ini yakni NPK Rp1.840 per kilogram, Urea Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik Rp1.360 per kilogram.

“Perlu adanya pengawasan dari dinas terkait untuk mengontrol harga, agar tidak terjadi permainan harga oleh kelompok tani maupun kios dengan alasan biaya transportasi,” ujar Aldi, Sabtu (17/1/2026).

Petani lainnya, Riana, mengatakan bahwa kerap terjadi kenaikan harga pupuk subsidi yang tidak sesuai dengan HET. Kenaikan tersebut biasanya berdalih pada biaya transportasi pupuk hingga ke lokasi.

“Sehingga harga pupuk per zak bisa naik sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000,” ujarnya.

Menurut Riana, jika seorang petani membeli empat zak pupuk, maka harus mengeluarkan biaya transportasi hingga Rp120.000.

Dibaca Juga : Panen Raya di Lapas, Kapolres Simalungun Dorong Warga Binaan Mandiri dan Produktif

“Bukan berarti kami tidak menerima adanya biaya transportasi, tetapi harus wajar. Misalnya Rp20.000 per orang, dan jika dikali 10 orang, bukankah sudah mendapatkan keuntungan Rp200.000,” katanya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan