Petani di Sidamanik Keluhkan Kelangkaan Urea Subsidi 2026, Distribusi Pupuk Dinilai Tak Merata
Ketersediaan pupuk subsidi jenis urea di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, mulai dikeluhkan petani. Hingga Kamis (12/2/2026), pupuk urea yang menjadi kebutuhan utama musim tanam belum juga tersedia di kios resmi.
Dibaca Juga : Jembatan Armco Baru di Tapian Nauli Tapteng Roboh Diterjang Banjir, Akses Warga Lumpuh
Seorang petani di Sidamanik menyebut, sebelumnya sempat ada informasi penebusan pupuk subsidi. Namun, yang tersedia hanya pupuk jenis phonska. “Kemarin ada informasi untuk mengambil pupuk di kios, tetapi hanya pupuk phonska. Untuk jenis urea belum ada diinformasikan,” ujarnya.
Menurutnya, pupuk urea memiliki peran penting pada fase awal pertumbuhan tanaman. Ketidaktersediaan pupuk tersebut membuat petani terpaksa mencari alternatif lain demi menjaga keberlangsungan budidaya.
“Untuk lanjut bertani, kita terpaksa membeli yang tidak subsidi. Itu pun susah juga ditemukan. Kalau pun ada, harganya sampai dua kali lipat,” ucapnya.
Ia menambahkan, lonjakan harga pupuk nonsubsidi semakin membebani biaya produksi. Di tengah harga komoditas yang belum stabil, tambahan biaya pupuk dikhawatirkan menggerus keuntungan petani.
Keluhan serupa disebutkan juga dirasakan petani lain di wilayah tersebut. Mereka berharap distribusi pupuk subsidi, khususnya urea, segera direalisasikan agar tidak mengganggu jadwal tanam.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Simalungun, Mery Farida Damanik, mengakui hingga kini pupuk subsidi tahun 2026 memang belum terealisasi.
“Memang belum ada laporan terkait realisasi pupuk [urea] dari Sidamanik. Akan coba kita tanyakan kepada pihak terkait,” katanya.
Mery mengaku belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi kendala distribusi pupuk subsidi tersebut. Pihaknya berjanji akan berkoordinasi dengan distributor maupun instansi terkait guna memastikan ketersediaan pupuk bagi petani.
Dibaca Juga : Jembatan Sei Bederak dan Parit Kolok di Deli Serdang Kini Resmi Bisa Digunakan, Akses Warga Kembali Normal
Petani kini berharap pemerintah segera memberikan kepastian, agar musim tanam tidak terganggu oleh persoalan klasik kelangkaan pupuk.






