Pesta Tapai Jadi Momentum Kebangkitan UMKM Batu Bara Jelang Ramadan
Pesta tapai yang sudah menjadi tradisi masyarakat pesisir Batu Bara selama ratusan tahun dibuat menjelang bulan suci Ramadan, kembali akan digelar dalam waktu dekat.
Selain menyambut bulan suci Ramadan, pesta yang digelar selama sebulan penuh ini diharapkan menjadi sarana membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Batu Bara.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian yang akrab disapa Bahar, Kamis (8/1/2026).
Bahar mengatakan UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Dengan mencintai dan menggunakan produk lokal, turut membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Batu Bara yang mandiri dan berdaya saing.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Batu Bara untuk belanja produk UMKM lokal, mempromosikannya, dan menjadikannya tuan rumah di daerah sendiri. Mari kita dukung dan bangkitkan UMKM Kabupaten Batu Bara,” ujarnya.
Baca juga : Tradisi Pesta Tapai Sambut Ramadan di Batu Bara Tutup dengan Meriah
Diketahui, tradisi pesta tapai adalah perayaan budaya tahunan di Desa Dahari Selebar, Kabupaten Batu Bara. Pesta ini diadakan setiap bulan Syaban menjelang Ramadhan untuk menyambut bulan puasa.
Pada pesta yang telah melegenda dan populer di daerah ini, warga membuka warung dadakan untuk menjual tapai ketan dengan kuah santan, lemang hangat, dan kuliner Melayu lainnya.
Pesta tapai telah menjadi festival kuliner dan ekonomi lokal yang sudah ada sejak lama, bahkan sejak zaman kesultanan sekira abad ke-18.
Pada festival tahunan ini sering diisi acara budaya seperti tarian Melayu, debus, zikir, doa bersama, dan pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Tahun ini, festival atau pesta tapai digelar sejak 17 Januari hingga 17 Februari 2026.






