Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Penikaman David Nainggolan di Medan, Empat Pelaku Berhasil Ditangkap

Penikaman David Nainggolan di Medan, Empat Pelaku Berhasil Ditangkap

Tragedi penikaman perenggut nyawa David Martua Nainggolan (26), warga Jalan Betet, Kelurahan TSM II, Kecamatan Medan Denai, perlahan mulai menemukan titik terang.

Setelah sepekan penyelidikan intensif, polisi akhirnya menangkap empat pria diduga sebagai pelaku pembunuhan tersebut.

Insiden berdarah itu terjadi Senin dini hari (13/10/2025) di Jalan Padang, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, sekitar pukul 03:00 WIB.

Saat itu, korban yang diketahui bekerja sehari-hari mencari makan ternak babi, menjadi sasaran penikaman oleh orang tidak dikenal (OTK).

Baca Juga : Sering Terjadi Tawuran, Pemuda di Medan Denai Meninggal Ditikam Kubu Lawan

Menurut keterangan kerabat korban, Ana Sitorus, David sempat berusaha diselamatkan ke Klinik Sudarlis, namun nyawanya tidak tertolong akibat satu luka tusukan di bagian perut.

“Dia sempat dibawa ke klinik, tapi kondisinya sudah parah. Tidak lama kemudian, dokter menyatakan meninggal,” ujarnya pilu.

Ayah korban, N. Nainggolan, membenarkan adanya penangkapan empat orang diduga kuat terlibat dalam penikaman anaknya.

“Sudah ditangkap empat orang,” ungkapnya, Kamis (23/10/2025).

Menurut penuturannya, penangkapan berlangsung selama tiga hari berturut-turut oleh tim Satreskrim Polrestabes Medan.

“Hari pertama dua orang ditangkap, hari kedua satu orang dan hari ketiga satu orang lagi,” jelasnya.

Meski begitu, pihak keluarga belum mendapat informasi rinci mengenai identitas maupun peran masing-masing pelaku.

“Kalau nama-namanya saya tidak tahu. Setahu kami, mereka warga Gang Terong,” tambah N. Nainggolan.

Hingga berita ini dinaikkan, Kanit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu M. Hafidz, belum memberikan keterangan resmi terkait proses penangkapan maupun motif di balik aksi penikaman tersebut.

Namun sumber internal kepolisian menyebut, penyidik masih mendalami hubungan antara korban dan para pelaku, serta kemungkinan adanya unsur dendam pribadi atau konflik lokal.

Informasi dihimpun dari warga sekitar mengungkapkan bahwa malam sebelum kejadian, korban sempat terlihat berbincang dengan sekelompok pria di sekitar lokasi.

Tidak lama kemudian, terjadi cekcok berujung keributan. Tidak berselang lama, jeritan terdengar dari arah Jalan Padang.

“Waktu kami keluar, korban sudah tergeletak bersimbah darah,” kata salah seorang warga enggan menyebut namanya.

Keluarga besar Nainggolan kini berharap penuh agar polisi segera menuntaskan kasus ini dan menyingkap motif sebenarnya di balik penikaman tersebut.

“Kami minta keadilan untuk anak kami. Jangan sampai ada ditutup-tutupi,” tegas sang ayah.

Kasus penikaman David Nainggolan menjadi satu dari sekian banyak kasus kekerasan jalanan di Kota Medan dalam beberapa bulan terakhir.

Warga berharap, kehadiran polisi bukan hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga pencegahan agar tragedi serupa tidak terjadi.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan