Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Pengeroyokan Keluarga di Medan Barat Diselidiki, Diduga Libatkan Oknum Polri dan TNI

Pengeroyokan Keluarga di Medan Barat Diselidiki, Diduga Libatkan Oknum Polri dan TNI

Viral di media sosial diduga aksi pengeroyokan menimpa satu keluarga di Jalan Karya, Karang Berombak, Medan Barat, Kamis (8/1/2026) malam. Ironisnya, dalam peristiwa tersebut diduga terdapat seorang oknum anggota Polri dan oknum anggota TNI.

Dalam video yang beredar di akun @dianacantika, menarasikan kejadian bermula saat keluarga iparnya datang ke rumah orang tuanya dengan jumlah sekitar belasan orang. Kedatangan mereka awalnya dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan keluarga secara kekeluargaan.

“Bukannya berdiskusi, keluarga ipar saya justru datang dengan emosi. Masuk ke rumah tanpa etika dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas,” tulisnya, Minggu (18/1/2026).

Saat perdebatan terjadi, @dianacantika mengaku sedang merekam kejadian sambil menggendong anaknya. Tiba-tiba ia dijambak oleh iparnya hingga memicu aksi kekerasan secara bersama-sama. Akibatnya, seluruh yang berada di dalam rumah disebut-sebut mengalami luka-luka dan trauma.

“Kami yang berada di dalam rumah berjumlah delapan orang. Terdiri dari dua wanita, satu balita, tiga pria, satu lansia wanita. Seluruhnya menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan hingga mengalami luka-luka. Dua balita

Baca juga : Kasus Pengeroyokan Pancur Batu Mandek, Keluarga Korban Desak Polisi Bertindak

mengalami trauma yang cukup parah dan orang tua kami turut dipukuli oleh para pelaku,” lanjutnya menuliskan.

Pemilik akun itu juga menyebut salah seorang oknum anggota Polri yang mengenakan pakaian dinas berada di lokasi, namun tidak menghentikan pemukulan yang terjadi. Sementara oknum anggota TNI diduga turut melakukan pemukulan terhadap abangnya.

“Abang saya mengalami lebam di mata kiri dan luka robek di kepala. Saya sendiri juga mengalami lebam di wajah akibat dikeroyok,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan dengan nomor LP/B/124/I/2026/SPKT/Polrestabes Medan/Polda Sumatera Utara. Selain itu, akun tersebut juga mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Propam Polda Sumut serta Denpom.

“Kami memohon agar kami sekeluarga mendapat keadilan atas peristiwa yang menimpa keluarga kami. Karena sampai saat ini pelaku belum juga di proses,” ucapnya sembari men-tag akun Presiden RI, Kapolri, Panglima TNI dan lainnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto ketika dikonfirmasi terkait peristiwa itu belum memberikan jawabannya.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan