Pendangkalan Sungai Dalu-dalu Jadi Kekhawatiran Petani Batu Bara
Selama empat hari terakhir, dua unit excavator melakukan pengerukan sedimen pasir di sekitar bendung Sungai Dalu-dalu, Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara.
Pengerukan tersebut berdampak positif dengan mulai masuknya air ke saluran irigasi yang mengalir ke persawahan petani di sejumlah desa.
Namun demikian, sejumlah petani yang menyaksikan aktivitas pengerukan itu justru mengkhawatirkan munculnya persoalan baru di kemudian hari.
“Soalnya, pasir hasil pengerukan diletakkan di sisi kiri dan kanan sungai. Dikhawatirkan, seiring waktu dan datangnya air dari hulu, pasir yang ditumpuk itu akan kembali masuk ke sungai,” ungkap Bambang Irawan melalui unggahan di akun Facebook @BambangIrawan, Senin (9/2/2026).
Bambang mengaku, beberapa petani telah menyampaikan kekhawatiran bahwa pasir yang dibiarkan di bantaran sungai akan kembali menyebabkan pendangkalan Sungai Dalu-dalu.
Petani Porsea Toba Berharap Pupuk Subsidi 2026 Stabil dan Harga Tak Melewati HET
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bambang meneruskan aspirasi para petani agar Pemerintah Kabupaten Batu Bara dapat mencari solusi terkait pengangkatan ribuan meter kubik pasir yang telah dikeruk.
“Kami ini hanya petani, jadi tidak memahami prosedur apa yang harus ditempuh agar pasir tersebut bisa diangkat dari sisi sungai,” ujar Panjaitan, salah seorang petani setempat.
Menurut Panjaitan, ia dan para petani lainnya juga mendengar desas-desus bahwa untuk mengangkut dan memanfaatkan pasir hasil pengerukan tersebut diperlukan berbagai perizinan.
“Pak Bupati, kami mohon dicarikan solusi agar pasir yang sudah dikeruk bisa segera diangkat, sehingga tidak kembali masuk ke dalam sungai,” pintanya.






