Pemandian Alam di Simalungun Diserbu Wisatawan, Kunjungan Lebaran Tembus Puluhan Ribu!
Tempat wisata pemandian alam masih menjadi primadona bagi masyarakat selama libur Idufitri 2026 di Kabupaten Simalungun. Hal ini tercermin dari tingginya angka kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan yang menawarkan kesegaran air alami dan suasana asri.
Dibaca Juga : Heboh! Grosir Sepatu di Jalan Thamrin Siantar Ludes Terbakar, Api Mengamuk Sejak Dini Hari
Dua objek wisata favorit, Karang Anyar dan Pemandian Alam Sejuk (PAS), mencatat lonjakan pengunjung dalam periode 19 hingga 24 Maret 2026. Data yang disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Simalungun, Franky Purba, melalui Sekretaris Dinas, Tiolo Silalahi, menyebutkan Karang Anyar dikunjungi 13.100 wisatawan, sementara PAS mencapai 17.547 orang.
Karang Anyar sendiri berada di Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Sementara Pemandian Alam Sejuk (PAS) terletak di Nagori Mariah Jambi, Kecamatan Jawa Maraja, Kabupaten Simalungun. Kedua lokasi ini dikenal memiliki air yang jernih, udara sejuk, serta panorama alam yang masih terjaga.
Popularitas wisata pemandian alam tidak lepas dari daya tariknya yang ramah keluarga. Selain biaya yang relatif terjangkau, fasilitas yang tersedia seperti kamar bilas, area parkir, gazebo, hingga warung kuliner turut menambah kenyamanan pengunjung.
“Data ini menunjukkan adanya peningkatan minat masyarakat untuk berwisata di Simalungun selama libur Lebaran,” ujar Tiolo Silalahi, Kamis (9/4/2026).
Menanggapi lonjakan tersebut, Franky Purba menegaskan pihaknya akan terus melakukan pembenahan destinasi wisata di Simalungun. Upaya tersebut meliputi peningkatan sarana dan prasarana, penguatan kebersihan dan keamanan, serta penataan kawasan wisata agar lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung.
“Kami akan terus berbenah, baik dari sisi fasilitas maupun pengelolaan, agar destinasi wisata di Simalungun semakin berkualitas dan mampu bersaing,” ujarnya.
Lonjakan kunjungan ini juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Aktivitas pedagang lokal, jasa parkir, hingga pelaku usaha kecil lainnya mengalami peningkatan signifikan selama masa liburan.
Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Disbudparekraf terus mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis alam dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Upaya ini diharapkan mampu mempertahankan daya tarik wisata sekaligus menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.
Dibaca Juga : Galian C Tanpa Izin di Medang Deras Terungkap untuk Pencetakan Sawah Rakyat
Momentum libur Idulfitri tahun ini kembali menegaskan wisata pemandian alam masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, sekaligus menguatkan posisi Simalungun sebagai destinasi wisata di Sumatera Utara.






