Pemandian Air Panas di Sipirok Porak-poranda Diterjang Banjir
Sipirok – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, menyebabkan banjir bandang yang merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk pemandian air panas yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di daerah tersebut.
Derasnya aliran air yang membawa material lumpur, batu, dan kayu menyebabkan kerusakan parah pada kolam pemandian serta infrastruktur di sekitarnya.
Baca juga : Proyek Galian Pipa di Binjai Utara tak Kunjung Diaspal, Warga Demo
Menurut keterangan warga setempat, banjir mulai terjadi pada malam hari setelah hujan turun tanpa henti selama beberapa jam. Air sungai yang berada di sekitar lokasi pemandian meluap dan menghantam bangunan, menyebabkan beberapa bagian tembok dan fasilitas lain hancur. Selain itu, akses menuju pemandian juga tertutup oleh longsoran tanah dan material yang terbawa arus.
Pemerintah daerah bersama tim BPBD telah turun ke lokasi untuk meninjau kerusakan serta melakukan upaya pembersihan. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian diperkirakan cukup besar. Warga dan wisatawan diimbau untuk sementara waktu menghindari area tersebut karena masih berpotensi terjadi banjir susulan. Pihak berwenang terus melakukan pemantauan guna memastikan keselamatan masyarakat sekitar.
Pemandian air panas di Kelurahan Parau Sorat, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), porak-poranda setelah diterjang banjir pada Kamis (13/3/2025) malam.
“Curah hujan yang tinggi membuat tanggul saluran irigasi sawah jebol. Air meluap dan merusak sarana pemandian air panas di Kelurahan Parausorat,” kata Camat Sipirok, Syahruddin Perwira, Jumat (14/3/2025).
Kata Syahruddin, hingga saat ini belum ada penanganan dari Pemkab Tapsel.
“Dinding beton pemandian ambruk, bangunan WC umum juga rusak parah. Begitu juga dengan tanggul irigasi warga,” ucap Syahruddin.
Kepala Lingkungan 1, Kelurahan Parausorat, Boy Sandi, mengucapkan bahwa hujan deras di wilayah tersebut terjadi sejak pukul 19.00 WIB.
“Sekitar jam sebelas malam, terdengar suara air bergemuruh sangat kuat. Saya keluar memastikannya, ternyata tanggul penahan luapan air di persawahan telah jebol disusul dinding pemandian roboh,” tuturnya.
Pemerintah daerah bersama tim BPBD terus berupaya membersihkan lokasi dan memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut. Sementara itu, pihak berwenang akan melakukan evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Diharapkan, pemandian air panas yang menjadi destinasi wisata unggulan di Sipirok dapat segera dipulihkan dan kembali beroperasi untuk masyarakat serta wisatawan.






