Paket MBG Makanan Kering Dibagikan di SMAN 2 Medan
Setelah pembagian rapor pada 19 Desember lalu, SMA Negeri 2 Medan masih menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (22/12/2025).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Medan, Naomi Damanik mengatakan kedatangan MBG langsung membawa makanan untuk dua hari sekaligus.
“Kita sudah libur, rapor dibagikan tanggal 19 Desember. Untuk MBG, pengantaran tanggal 22 kemarin sekaligus untuk dua hari dengan hari ini,” ujar Naomi, Selasa (23/12/2025).
Ia menjelaskan, teknis pembagian MBG telah disampaikan secara resmi kepada orang tua siswa saat pembagian rapor. Sekolah menginformasikan bahwa pada Senin, 22 Desember, MBG dibagikan untuk dua hari sekaligus.
“Tapi hari ini juga masih bisa diambil, siapa tahu kemarin ada yang tidak sempat ambil ke sekolah,” katanya.
MBG diantar pagi kemarin ke sekolah dan sudah banyak anak-anak yang datang mengambilnya. Naomi menyebutkan, orang tua juga diperbolehkan mewakili anak-anak untuk mengambilkan paket MBG.
Naomi menambahkan, makanan yang dibagikan selama libur sekolah bukan masakan seperti biasanya, tapi berupa makanan kering. Isi paket MBG yang diterima terdiri dari buah, biskuit, kacang, roti, dan susu.
Baca juga : Program MBG di Medan Berjalan Saat Libur Panjang, Penerima Dapat Menu Kering
“Tambahan pertama isinya susu, snack, buah jeruk. Tambahan kedua berisi susu, buah pir, dan roti abon,” ucapnya.
Selain itu, sekolah juga menerima informasi adanya rencana pengiriman MBG lanjutan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 30 Desember mendatang.
Antusiasme siswa pun terlihat jelas. Imam Fahrizi, 16 tahun, siswa kelas XI SMAN 2 Medan asal Namorambe, mengaku tetap datang meski rumahnya cukup jauh dari sekolah. “Gak keberatan, walaupun rumah jauh tetap datang. Orang kita dapat makanan kok,” katanya sambil tersenyum.
Ia menyebutkan, dua paket MBG yang diterimanya berisi buah pir, jeruk, susu, biskuit, roti, dan kacang. Menurutnya, makanan kering justru lebih praktis karena bisa dibawa pulang. “Walaupun bukan makanan seperti biasanya, tapi ini enaknya bisa kita bawa pulang ke rumah. Jadi makannya di rumah,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Muhammad Abrar, 16 tahun. Ia mengaku sangat senang dengan adanya pembagian MBG saat libur sekolah. “Perasaannya wah bahagia sekali. Kalau bisa setiap hari,” katanya.
Menurut Abrar, MBG sangat membantu karena selama libur sekolah ia tidak mendapat uang jajan. “Jadi ada cemilan di rumah. Gak liburan jauh, di rumah aja lah nunggu-nunggu MBG,” ujarnya sambil tertawa.
Mereka berharap program MBG tetap berlanjut meskipun sekolah sedang libur, karena dinilai membantu pemenuhan gizi sekaligus meringankan kebutuhan sehari-hari di rumah.






