Analisasumut.com
Beranda AKTUAL Waspada! Nyamuk Aedes Aegypti Bisa Bertelur di Sendok Berisi Air Bersih

Waspada! Nyamuk Aedes Aegypti Bisa Bertelur di Sendok Berisi Air Bersih

Nyamuk Aedes aegypti ternyata tidak hanya bisa bertelur di kubangan air besar seperti bak mandi, tetapi juga di genangan kecil, termasuk sendok berisi air. Hal ini diungkap oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa air bersih yang tergenang, sekecil apapun, bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

“Kira-kira nyamuk itu bisa tidak bertelur di sendok teh berisi air? Bisa. Satu sendok jika dibiarkan telentang dan diisi air, dalam waktu satu minggu pasti akan ada jentik nyamuk, selama airnya bersih,” ungkap Budi dalam acara “Cegah DBD? Yuk PSN 3M Plus!” di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: 6 Minuman Alami untuk Membantu Membersihkan Ginjal, Ini Pilihannya!

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membiarkan air bersih tergenang, baik di dalam maupun luar rumah.

Budi juga mengingatkan agar warga lebih waspada terhadap wadah-wadah bekas seperti galon, botol plastik, atau pot bunga yang bisa menampung air hujan dan menjadi sarang nyamuk.

Selain itu, ia menyarankan untuk rutin menguras tempat penampungan air yang tidak tertutup setidaknya satu kali dalam seminggu.

Pasalnya, siklus perkembangan jentik hingga menjadi nyamuk dewasa hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh hari. Jika air tidak dikuras dalam rentang waktu tersebut, kemungkinan besar jentik sudah berubah menjadi nyamuk dewasa.

Sebagai langkah pencegahan lainnya, warga juga disarankan untuk menutup rapat penampungan air serta menanam tanaman pengusir nyamuk. Memelihara ikan pemakan jentik juga dapat membantu mengurangi populasi nyamuk.

Siap Untuk Tampil Lebih Percaya Diri? Kunjungi Website Kami dan Temukan Layanan Salon Terbaik!

Berdasarkan data Surveilans Dinkes DKI Jakarta, hingga 10 Februari 2025, tercatat sebanyak 729 kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah DKI Jakarta.

Pemerintah pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pemberantasan sarang nyamuk dengan metode 3M, yaitu Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Aedes aegypti sendiri dikenal sebagai vektor utama berbagai penyakit seperti DBD, chikungunya, zika, dan demam kuning.

Nyamuk ini banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Mereka bertelur di genangan air bersih, baik di dalam maupun di sekitar rumah, seperti ember, bak mandi, talang air, dan wadah-wadah lainnya.

Siap Untuk Tampil Lebih Percaya Diri? Kunjungi Website Kami dan Temukan Layanan Salon Terbaik!

Nyamuk Aedes aegypti mengalami metamorfosis sempurna, dari telur, larva (jentik), pupa, hingga menjadi nyamuk dewasa dalam waktu sekitar 7-10 hari.

Oleh karena itu, kebersihan lingkungan dan pencegahan sarang nyamuk menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan