Normalisasi Parit 1,5 Kilometer di Desa Tanjung Putus
Pada hari ke-10 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Satuan Tugas (Satgas) mengerahkan alat berat untuk melakukan normalisasi parit sepanjang 1.500 meter yang menghubungkan Dusun Karang Sari dan Dusun Beringin di Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur desa dan mencegah terjadinya banjir akibat saluran air yang tersumbat.
Normalisasi parit sepanjang 1,5 kilometer dilakukan di Dusun Bangunan, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Minggu (2/3/2025).
“Normalisasi parit sepanjang 1.500 meter dari Dusun Karang Sari ke Dusun Beringin, Desa Tanjung Putus, Kecamatan Padang Tualang, untuk mencegah terjadinya banjir di saat musim penghujan,” kata Perwira Seksi Teritorial Kodim 0203/Langkat, Kapten Inf Rahmad Lubis.
Normalisasi parit dilakukan menggunakan alat berat, berupa excavator dan tim juga melakukan pembersihan sampah, vegetasi liar, dan pengerukan lumpur.
Baca juga : Pidato Perdana Bupati-Wabup Labura Fokus pada Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
“Tujuan dari normalisasi ini juga untuk mengembalikan keadaan alami parit, sehingga dapat mengalir dengan baik tanpa menimbulkan ancaman banjir atau erosi,” ucapnya.
Normalisasi parit sepanjang 1,5 kilometer di Desa Tanjung Putus merupakan langkah nyata dalam meningkatkan infrastruktur desa dan mengurangi risiko banjir. Dengan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, proyek ini berhasil diselesaikan dengan baik.
Keberhasilan normalisasi ini membawa manfaat besar bagi warga sekitar, terutama dalam meningkatkan sistem drainase yang lebih lancar. Parit yang sebelumnya tertutup oleh lumpur dan sampah kini berfungsi optimal, sehingga air dapat mengalir dengan baik tanpa menyebabkan genangan atau banjir di pemukiman warga maupun area pertanian.
Selain dampak teknis, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Gotong royong yang dilakukan selama proses pengerjaan menunjukkan semangat kerja sama yang tinggi dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Partisipasi aktif warga diharapkan dapat berlanjut dalam menjaga kebersihan parit agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.
Dengan selesainya proyek ini, diharapkan kondisi lingkungan di Desa Tanjung Putus semakin baik dan masyarakat dapat menikmati manfaatnya secara langsung. Semoga program serupa terus dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pembangunan desa yang lebih maju dan berkelanjutan.






