Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Peduli Korban Banjir Bandang, Muhammadiyah Asahan Dirikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang

Peduli Korban Banjir Bandang, Muhammadiyah Asahan Dirikan Dua Sumur Bor di Aceh Tamiang

Kepedulian warga Persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Asahan kembali diwujudkan dalam aksi nyata kemanusiaan. Melalui donasi yang dihimpun, dua titik sumur bor resmi dibangun untuk membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana.

Pengerjaan sumur bor tersebut resmi dimulai pada Kamis (8/1/2026) dan diserahkan secara simbolis oleh Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) Kabupaten Asahan yang turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran.

Kehadiran tim LazisMu Asahan yang membangun dua sumur bor di dua desa berbeda, yakni Desa Perdamaian dan Desa Rantau, disambut antusias oleh warga setempat. Selama ini, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat rusaknya infrastruktur pascabanjir bandang. Bantuan tersebut dinilai sangat vital karena air bersih menjadi kebutuhan utama dalam fase pemulihan bencana.

Ketua LazisMu Asahan, Hazlansyah Ramelan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan LazisMu sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana kemanusiaan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Muhammadiyah dan para donatur yang telah mengamanahkan bantuannya melalui LazisMu Asahan. Ini adalah bukti nyata solidaritas dan kepedulian kita kepada saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah,” ujar Hazlansyah didampingi pengurus Sofian kepada wartawan.

Ia menjelaskan, pembangunan dua titik sumur bor tersebut dikerjakan oleh tenaga profesional dan diperkirakan memakan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan sumber air bersih ini mencapai Rp46 juta, yang seluruhnya bersumber dari donasi masyarakat.

Baca juga : Di Tengah KBM, Guru dan Siswa di Langkat Bahu-Membahu Pulihkan Sekolah Usai Banjir

Tak hanya fokus pada penyediaan air bersih, LazisMu Asahan juga menyalurkan bantuan logistik kemanusiaan berupa satu unit truk bermuatan sekitar 10 ton yang berisi sembako, kebutuhan rumah tangga, serta perlengkapan kebersihan. Nilai total bantuan logistik tersebut mencapai lebih dari Rp78 juta.

Hazlansyah menegaskan bahwa bantuan sumur bor dan logistik ini merupakan tahap ketiga dari rangkaian penyaluran bantuan LazisMu Asahan untuk korban banjir bandang.

“Sebelumnya, sejak bencana ini terjadi pada akhir November lalu, LazisMu Asahan telah bergerak cepat menyalurkan bantuan tahap pertama ke Desa Tapak Kuda dan Paluh Nipah, Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, pada 2 Desember 2025, atau kurang dari sepekan setelah bencana dilaporkan,” jelasnya.

Selanjutnya, pada tahap kedua, LazisMu Asahan kembali menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp116.528.500. Bantuan tersebut berasal dari donasi masyarakat umum, sekolah, universitas, amal usaha Muhammadiyah, serta warga Persyarikatan Muhammadiyah. Bantuan disalurkan dalam bentuk uang tunai, sembako, pakaian layak pakai, hingga obat-obatan.

Melalui rangkaian aksi kemanusiaan ini, LazisMu Asahan berharap kehadiran Muhammadiyah benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mempercepat proses pemulihan kehidupan warga.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh Tamiang dan menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur,” tutur Hazlansyah mengakhiri.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan