Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Meski Anggaran Terbatas, Event Musik Akhir Pekan Tetap Meriahkan Parapat

Meski Anggaran Terbatas, Event Musik Akhir Pekan Tetap Meriahkan Parapat

Pemerintah Kabupaten Simalungun tetap tancap gas menggerakkan sektor pariwisata meski di tengah keterbatasan anggaran. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Simalungun memastikan event musik akan digelar secara rutin setiap akhir pekan di kawasan wisata Parapat, mulai Februari 2026.

Dibaca Juga : Anggota Satpol PP Kebumen Tewas Dibacok Saat Evakuasi ODGJ di Kecamatan Alian

Kepala Disbudparekraf Simalungun, Franky Purba, mengatakan saat ini pihaknya tengah memfokuskan persiapan sejumlah event unggulan yang dirancang untuk menjaga denyut kunjungan wisatawan, khususnya di Parapat sebagai pintu masuk Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.

“Untuk di Parapat, kami merencanakan event musik yang berlangsung setiap akhir pekan. Kegiatan ini akan mulai berjalan pada Februari, sementara pada Mei nanti kami siapkan event Fun Run,” ujar Franky, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, konsep event rutin dipilih agar aktivitas pariwisata tidak hanya bergantung pada momentum tertentu, tetapi dapat berjalan secara berkesinambungan. Dengan adanya hiburan musik mingguan, diharapkan kawasan Parapat tetap hidup serta menjadi ruang interaksi wisatawan dengan pelaku seni dan UMKM lokal.

Namun demikian, Franky mengakui pelaksanaan event tersebut dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Hingga saat ini, Disbudparekraf belum memiliki alokasi dana khusus untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan yang direncanakan.

“Dana memang belum tersedia. Ke depan, kami masih memikirkan bagaimana dana CSR dapat dialihkan atau dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan event,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengurangan dana transfer ke daerah turut berdampak signifikan terhadap kemampuan pembiayaan program pariwisata. Meski demikian, Pemkab Simalungun menegaskan komitmennya untuk tetap berupaya memajukan sektor pariwisata melalui kreativitas, kolaborasi, serta pemanfaatan potensi yang ada.

“Pengurangan dana transfer tentu sangat berpengaruh. Namun kami tetap berupaya memajukan pariwisata Simalungun melalui event-event yang dilaksanakan di kawasan wisata,” kata Franky.

Dibaca Juga : Kasus Simpang Siur, Pencopotan Kasi Pidsus dan Kajari Deli Serdang Masih Tanda Tanya

Disbudparekraf berharap keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dapat menjadi solusi pendukung agar event pariwisata tetap berjalan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata Parapat.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan