Analisasumut.com
Beranda Analisa NEWS Menteri ESDM: Masa Krisis Energi Telah Berakhir, Indonesia Siap Bangkit!

Menteri ESDM: Masa Krisis Energi Telah Berakhir, Indonesia Siap Bangkit!

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Indonesia telah melewati masa krisis energi yang sempat dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah.

Dibaca Juga : Jalan Limau Manis–Medan Sinembah Rusak Parah, Warga Desak Perbaikan Segera

Ia mengakui sebelumnya ada kekhawatiran terkait ketersediaan energi dalam negeri, namun situasi tersebut kini berhasil diatasi. “Tapi alhamdulillah berkat kerja tim, komunikasi yang baik, saya menyampaikan dengan senang hati bahwa masa krisis kita sudah lewat,” ujar Bahlil dalam pidatonya di acara halal bihalal Partai Golkar, Rabu (8/4/2026) malam, dilansir dari CNN Indonesia.

Bahlil mengungkapkan, Indonesia sempat berada dalam kondisi kritis pada 4 April lalu karena cadangan liquefied petroleum gas (LPG) diperkirakan hanya cukup untuk kurang dari 10 hari. Pemerintah kemudian melakukan negosiasi dengan sejumlah negara seperti Australia, Jepang, dan Brunei Darussalam untuk mengamankan pasokan. “Dan cadangan kita sekarang sudah di atas 10 hari untuk LPG. Jadi sudah lewat,” ujarnya.

Untuk sektor solar, Bahlil menyebut Indonesia kini tidak lagi bergantung pada impor. Kebutuhan domestik yang mencapai sekitar 40 juta kiloliter telah dipenuhi dari produksi dalam negeri, khususnya melalui bahan bakar jenis B40. Ia juga menargetkan produksi B50 dapat dimulai pada Juli mendatang. “Kalau ini kita lakukan kita mampu surplus kurang lebih sekitar 4 juta kiloliter,” katanya.

Sementara itu, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional berada di kisaran 39 juta kiloliter. Dari jumlah tersebut, sekitar 14 juta kiloliter diproduksi di dalam negeri, sedangkan sisanya masih dipenuhi melalui impor.

Namun, menurut Bahlil, pemerintah telah meningkatkan kapasitas produksi melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) yang diresmikan pada Januari 2026. Program tersebut disebut mampu menambah produksi minyak sebesar 5,6 juta kiloliter serta 4,5 juta kiloliter untuk solar.

Dibaca Juga : Keluarga Korban Kekerasan Oknum TNI Desak Sidang Digelar di Peradilan Umum

“Jadi memang betul ada masalah tapi Allah memberikan petunjuk di awal. Padahal saya juga bingung sebenarnya, saya kan bukan ahli minyak, kalau tambang ada dikit-dikitlah waktu dulu jadi pengusaha kan,” ucapnya. 

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan