Manfaatkan Dana CSR, Siswa SD–SMP di Siantar Nikmati Bimbingan Belajar Gratis
Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar telah menerapkan program Bimbingan Belajar (Bimbel) Tambahan bagi siswa SD dan SMP. Program ini pun telah diuji coba di SMP Negeri 5 Pematangsiantar, Jalan Cornel Simanjuntak, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan, Senin (26/1/2026).
Dibaca Juga : Sembilan Terdakwa Kasus Ganja 214 Kg Dituntut Hukuman Mati di PN Lubuk Pakam
Program bimbel tambahan ini merupakan hasil kolaborasi Pemko melalui Dinas Pendidikan dengan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) serta Bank Sumut Cabang Pematangsiantar. Selain di SMPN 5, program serupa juga dilaksanakan di SD Negeri 125543, Jalan Farel Pasaribu Atas.
“Bimbingan belajar ini merupakan program Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar untuk jenjang SD dan SMP melalui CSR Bank Sumut yang bekerja sama dengan Forum TJSLP,” ujar Sekda Pematangsiantar, Junaedi Sitanggang seraya program bimbel telah berjalan selama tiga minggu, Selasa (27/1/2026).
Untuk jenjang SMP, bimbel dilaksanakan setiap Senin dan Selasa, sedangkan bagi siswa SD pada Rabu dan Kamis. Program ini bekerja sama dengan Lembaga Bimbingan Belajar Ganesha Operation (GO) Cabang Pematangsiantar dengan mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA.
Junaedi menjelaskan tim pelaksana kegiatan merupakan personel yang dibentuk untuk membantu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pelaporan kegiatan, yang berasal dari Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar.
Ia menambahkan layanan pendidikan luar sekolah berupa bimbel dinilai menjadi solusi yang relevan untuk memberikan pendampingan intensif, metode belajar yang lebih personal, serta strategi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Tujuan bimbel bagi siswa SD yakni memperkuat fondasi literasi dan numerasi, membantu transisi metode belajar, serta mendampingi penyelesaian pekerjaan rumah dengan pemahaman. Sementara untuk siswa SMP, bimbel diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, penyelesaian soal tingkat tinggi (HOTS), pendalaman materi sains dan matematika lanjutan, serta konsultasi minat dan bakat untuk persiapan pendidikan lanjutan.
Metode pembelajaran untuk siswa SD meliputi gamifikasi, visualisasi, storytelling, serta latihan bertahap. Sedangkan untuk siswa SMP diterapkan metode active learning, mind mapping, teknik mnemonik, dan contextual teaching and learning (CTL). “Pengajar dalam kegiatan ini berasal dari lembaga profesional Ganesha Operation Cabang Pematangsiantar,” kata Junaedi.
Dibaca Juga : Dipenuhi Pedagang Liar, Bupati Asri Ludin Tambunan Urung Resmikan Alun-alun Tanjung Morawa
Ganesha Operation dikenal dengan konsep Revolusi Belajar 3B yang menyeimbangkan penggunaan otak kiri dan kanan. Evaluasi perkembangan hasil belajar siswa dipantau melalui sistem Evaluasi Prestasi Belajar (EPB) berbasis teknologi informasi.






